SMARTPARENT.ID - Dalam dunia medis, kembar parasit dan kembar siam sering kali dianggap serupa karena keduanya melibatkan dua janin yang saling terhubung.
Namun, meskipun memiliki kemiripan dalam proses awal pembentukannya, kedua kondisi ini memiliki perbedaan mendasar, terutama dalam hal perkembangan embrio, fungsi organ, serta tingkat kelangsungan hidup.
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam The Lancet dan Cleveland Clinic, berikut adalah penjelasan lengkap mengenai perbedaan antara kembar parasit dan kembar siam.
Baca Juga: Dua Kasus Kembar Parasit yang Sempat Menghebohkan, Bayi Lahir dengan 4 Tangan dan Kaki
1. Definisi dan Karakteristik
Kembar Parasit
Kembar parasit adalah kondisi di mana salah satu janin dalam kehamilan kembar tidak berkembang sempurna dan bergantung sepenuhnya pada tubuh kembar utamanya.
Janin parasit biasanya tidak memiliki otak, jantung, atau sistem organ yang lengkap sehingga tidak dapat hidup mandiri.
Dalam beberapa kasus, janin parasit hanya berupa sisa anggota tubuh, seperti tangan atau kaki tambahan, yang menempel pada tubuh kembar utamanya.
Kembar Siam
Kembar siam, atau dikenal sebagai conjoined twins, adalah kondisi di mana dua janin berkembang bersama tetapi tetap memiliki organ dan sistem peredaran darah masing-masing.
Mereka terhubung di bagian tubuh tertentu, seperti dada, kepala, atau perut.
Tidak seperti kembar parasit, kembar siam memiliki kemungkinan untuk bertahan hidup setelah lahir, meskipun sering kali membutuhkan operasi pemisahan yang kompleks.
Baca Juga: Bisa Lewat USG? Cara Dokter Mudah Mendiagnosis Kehamilan Kembar Parasit
2. Proses Terbentuknya dalam Kandungan
Menurut penelitian dari The Lancet, baik kembar parasit maupun kembar siam terbentuk akibat pembelahan embrio yang tidak sempurna pada tahap awal perkembangan kehamilan. Namun, ada perbedaan signifikan dalam bagaimana proses ini terjadi:
| Faktor | Kembar Parasit | Kembar Siam |
|---|---|---|
| Mekanisme Terbentuk | Pembelahan embrio tidak sempurna, satu janin berkembang lebih dominan, sementara yang lain menjadi tidak sempurna dan bergantung pada janin utama. | Pembelahan embrio terjadi sebagian, sehingga dua janin tetap terhubung di bagian tubuh tertentu. |
| Perkembangan Organ | Tidak lengkap, kembar parasit sering kali tidak memiliki organ penting seperti otak dan jantung. | Lebih lengkap, kedua janin memiliki organ utama, meskipun beberapa mungkin harus berbagi. |
| Kemampuan Hidup | Tidak bisa hidup mandiri dan hanya bertahan karena menerima suplai darah dari kembar utama. | Bisa bertahan hidup, tetapi sering kali menghadapi tantangan medis yang besar. |
3. Lokasi dan Bentuk Keterhubungan
- Kembar Parasit biasanya muncul dalam bentuk tambahan tubuh yang tidak sempurna, seperti kaki ekstra yang menempel di punggung, tangan yang keluar dari dada, atau bahkan janin yang tumbuh di dalam tubuh kembar utama (fetus in fetu).
- Kembar Siam, di sisi lain, memiliki berbagai bentuk keterhubungan, seperti:
- Thoracopagus (terhubung di dada, berbagi jantung)
- Omphalopagus (terhubung di perut, berbagi hati atau usus)
- Craniopagus (terhubung di kepala, berbagi jaringan otak)
Baca Juga: Ternyata Begini Proses Terbentuknya Kembar Parasit dalam Kandungan
4. Diagnosis dan Penanganan
Kedua kondisi ini dapat didiagnosis sejak dalam kandungan menggunakan ultrasonografi (USG), MRI, dan CT scan, sebagaimana dijelaskan dalam laporan Cleveland Clinic.
Diagnosis Kembar Parasit
- Biasanya terdeteksi saat USG menemukan adanya massa tambahan yang tidak memiliki aktivitas jantung.
- MRI dan CT scan digunakan untuk melihat hubungan sistem peredaran darah antara kembar utama dan parasit.
Diagnosis Kembar Siam
- Terlihat lebih jelas sejak trimester pertama kehamilan melalui USG.
- Pemeriksaan lanjutan menggunakan MRI dilakukan untuk melihat organ mana saja yang terhubung.
Penanganan Medis
| Faktor | Kembar Parasit | Kembar Siam |
|---|---|---|
| Tindakan Medis | Biasanya memerlukan operasi untuk mengangkat bagian parasit yang dapat membahayakan kesehatan kembar utama. | Dapat menjalani operasi pemisahan jika memungkinkan, tergantung pada tingkat keterhubungan organ. |
| Tingkat Kelangsungan Hidup | Tinggi, karena hanya satu individu yang perlu dipertahankan. | Beragam, tergantung pada tingkat keterhubungan organ vital. |
Baca Juga: Rayakan Satu Dekade IFEX, Pameran Mebel dan Kerajinan Unggulan Indonesia Kembali Hadir di 2025
5. Contoh Kasus Nyata
Kembar Parasit: Lakshmi Tatma (India, 2005)
Lakshmi Tatma lahir dengan empat tangan dan empat kaki akibat kembar parasit yang tidak berkembang sempurna. Ia menjalani operasi pemisahan di India dan berhasil hidup normal setelah operasi.