SMARTPARENT.ID - Perubahan mood adalah hal yang umum terjadi selama kehamilan, terutama di trimester pertama dan ketiga.
Banyak wanita hamil merasakan emosi yang naik-turun, mulai dari bahagia hingga cemas, bahkan dalam waktu singkat.
Fenomena ini sering dikaitkan dengan fluktuasi hormon yang memengaruhi otak dan sistem saraf.
Baca Juga: Kelelahan Ekstrem, Ciri-ciri Hamil Muda yang Kerap Tak Disadari
Namun, kapan perubahan mood ini perlu dikhawatirkan?
Mengapa Perubahan Mood Terjadi?
Menurut Healthline, hormon estrogen dan progesteron yang meningkat drastis selama kehamilan dapat memengaruhi neurotransmitter di otak, yang bertanggung jawab atas suasana hati.
Perubahan ini dapat menyebabkan ibu hamil merasa lebih emosional, sensitif, atau mudah menangis.
Baca Juga: Sering Buang Air Kecil, Tanda Awal Kehamilan atau Masalah Kesehatan Lainnya?
Selain itu, tekanan fisik dan mental akibat perubahan tubuh, kelelahan, dan kekhawatiran tentang kehamilan atau persalinan juga dapat memicu perubahan emosi.
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?
Perubahan mood ringan, seperti merasa sedih sesekali atau mudah tersinggung, biasanya normal.
Namun, menurut Cleveland Clinic, jika Anda mengalami gejala berikut, penting untuk berkonsultasi:
Merasa sedih atau putus asa hampir setiap hari selama lebih dari dua minggu.
Kehilangan minat pada hal-hal yang biasanya menyenangkan.
Kesulitan tidur, makan, atau berkonsentrasi secara signifikan.
Pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau merasa tidak mampu menghadapi kehamilan.
Artikel Terkait
Tanda Hamil Tanpa Disertai Mual, Ini yang Perlu Diketahui
Ciri-Ciri Hamil Muda Sebelum Telat Menstruasi
Ciri-ciri Hamil Muda Tanpa Mual, Salah Satunya Payudara Lebih Sensitif
Peningkatan Suhu Tubuh, Indikasi Awal Hamil Muda yang Sering Terabaikan
Kelelahan Ekstrem, Ciri-ciri Hamil Muda yang Kerap Tak Disadari