Apakah Kembar Parasit Bisa Bertahan Hidup? Ini Menurut Pandangan Medis

Photo Author
Saeful Imam, Smart Parent
- Jumat, 31 Januari 2025 | 11:04 WIB
Begini cara mendeteksi ketidaknormalan pada janin  (MART Production)
Begini cara mendeteksi ketidaknormalan pada janin (MART Production)

SMARTPARENT.IDKembar parasit merupakan kondisi langka dalam dunia medis di mana salah satu janin dalam kehamilan kembar tidak berkembang sempurna dan bergantung sepenuhnya pada tubuh kembar utamanya.

Karena keterbatasan organ vitalnya, janin parasit tidak dapat hidup secara mandiri dan hanya bertahan selama kembar utamanya tetap hidup.

Baca Juga: Banyak yang Belum Tahu, ini Bedanya Kembar Parasit dan Kembar Siam

Namun, apakah kembar parasit bisa bertahan hidup dalam jangka panjang? Ternyata tergantung beberapa hal.

1. Kondisi Medis Kembar Parasit

Kembar parasit terjadi akibat pembelahan embrio yang tidak sempurna pada tahap awal kehamilan.

Salah satu janin gagal berkembang dengan baik dan hanya memiliki bagian tubuh tertentu, seperti tangan, kaki, atau bahkan kepala tambahan, tanpa organ vital seperti jantung atau otak.

Karena tidak memiliki sistem peredaran darah mandiri, janin parasit bergantung sepenuhnya pada suplai darah dan nutrisi dari kembar utamanya.

Baca Juga: Dua Kasus Kembar Parasit yang Sempat Menghebohkan, Bayi Lahir dengan 4 Tangan dan Kaki

Menurut Pediatrics Journal, terdapat beberapa karakteristik utama yang menentukan kelangsungan hidup kembar parasit:

Seberapa besar ketergantungan janin parasit terhadap kembar utama.

Jika jaringan parasit hanya berupa bagian tubuh tambahan, kemungkinan kelangsungan hidup kembar utama lebih tinggi.

Letak dan tingkat keterhubungan dengan organ vital. Jika janin parasit menempel pada organ utama seperti jantung atau otak, risiko komplikasi yang mengancam nyawa menjadi lebih tinggi.

Dampak metabolisme terhadap kembar utama. Kembar utama harus menopang kebutuhan janin parasit, yang dalam beberapa kasus dapat menyebabkan gagal jantung kongestif akibat beban metabolik yang berlebihan.

Halaman:

Editor: Saeful Imam

Sumber: Pediatric Journals

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mitos dan Fakta Seputar Pola Makan Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:40 WIB

Ini Dia Asupan Buah Terbaik untuk Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:34 WIB

Terpopuler

X