Mereka Butuh Dukungan! Perhatikan Mental Orangtua yang Memiliki Bayi dengan Kembar Parasit

Photo Author
Saeful Imam, Smart Parent
- Jumat, 31 Januari 2025 | 14:10 WIB
Ternyata ini pengaruh stres pada siklus menstruasi (sasint/pixabay)
Ternyata ini pengaruh stres pada siklus menstruasi (sasint/pixabay)

SMARTPARENT.ID - Memiliki bayi dengan kondisi kembar parasit adalah pengalaman yang sangat luar biasa dan penuh tantangan.

Kembar parasit, di mana satu bayi berkembang secara tidak normal dan terhubung dengan bayi utamanya, mempengaruhi seluruh keluarga, terutama orang tua.

Kondisi ini tidak hanya memerlukan penanganan medis yang kompleks, tetapi juga dampak psikologis yang dalam bagi orang tua yang harus menjalani proses emosional yang sangat berat.

Baca Juga: Tidak Gampang, Proses Operasi Pemisahan Kembar Parasit dari Bayi

Berikut beberapa dampak negatif yang mungkin dirasakan:

1. Perasaan Awal Orang Tua setelah Diagnosa

a. Ketakutan dan Kekhawatiran

Bagi orang tua yang baru mengetahui bahwa bayi mereka memiliki kondisi kembar parasit, reaksi pertama umumnya adalah kekhawatiran yang mendalam.

Mereka sering merasa bingung dan cemas mengenai masa depan anak mereka, apakah bayi utama dapat bertahan hidup dan menjalani hidup normal, atau apakah bayi parasit dapat dipisahkan tanpa menimbulkan komplikasi serius.

Pada tahap ini, perasaan ketidakpastian dan ketakutan menjadi dominan, karena banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai prognosis jangka panjang dan dampak psikologis pada bayi utama.

Baca Juga: Salah Satunya Gangguan Jantung, ini Dampak Kesehatan Bayi yang Mengalami Kembar Parasit

b. Perasaan Kehilangan dan Keputusasaan

Orang tua mungkin juga merasakan perasaan kehilangan saat mengetahui bahwa anak yang mereka harapkan akan lahir dengan sempurna justru menghadapi tantangan medis yang luar biasa.

Perasaan keputusasaan muncul ketika mereka merasa terjebak antara harapan untuk bisa memberikan kehidupan yang normal bagi anak, tetapi harus menghadapi kenyataan medis yang sangat kompleks dan penuh risiko.

Halaman:

Editor: Saeful Imam

Sumber: Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mitos dan Fakta Seputar Pola Makan Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:40 WIB

Ini Dia Asupan Buah Terbaik untuk Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:34 WIB

Terpopuler

X