Peningkatan Suhu Tubuh, Indikasi Awal Hamil Muda yang Sering Terabaikan

Photo Author
Saeful Imam, Smart Parent
- Senin, 30 Desember 2024 | 14:18 WIB
Ciri-ciri kehamilan muda salah satunya ditandai dengan peningkatan suhu tubuh  (bing ai)
Ciri-ciri kehamilan muda salah satunya ditandai dengan peningkatan suhu tubuh (bing ai)

SMARTPARENT.IDSuhu tubuh basal atau Basal Body Temperature (BBT) adalah suhu tubuh terendah yang dicapai saat istirahat, biasanya diukur segera setelah bangun tidur.

Perubahan suhu tubuh basal sering kali menjadi salah satu indikasi awal kehamilan yang tidak disadari oleh banyak wanita.

Pemahaman tentang cara mengukur BBT dan penyebab perubahan ini dapat membantu mendeteksi kehamilan lebih dini.

Baca Juga: Sensitivitas Payudara, Apakah Ini Tanda Kehamilan Muda atau Hanya Pengaruh Hormonal?

Cara Mengukur Suhu Tubuh Basal

Mengukur BBT memerlukan perhatian pada detail dan konsistensi. Berikut langkah-langkahnya:

Gunakan Termometer Khusus BBT: Termometer ini lebih sensitif dibandingkan termometer biasa, sehingga mampu mendeteksi perubahan kecil pada suhu tubuh.
Lakukan di Waktu yang Sama Setiap Hari: Suhu harus diukur segera setelah bangun tidur, sebelum Anda beraktivitas, untuk mendapatkan hasil yang akurat.
Catat Setiap Hari: BBT dicatat setiap hari selama siklus menstruasi untuk mengidentifikasi pola suhu tubuh. Grafik ini membantu membedakan antara pola normal dan perubahan signifikan yang mungkin menandakan kehamilan.

Baca Juga: Mau Berbeque di Malam Tahun Baru, Ini Resep Saosnya. Mantap Maksimal

Menurut NHS, BBT biasanya meningkat sekitar 0,5–1°F setelah ovulasi dan tetap tinggi hingga menstruasi dimulai. Jika suhu tubuh tetap tinggi selama lebih dari 18 hari berturut-turut, ini bisa menjadi indikasi awal kehamilan.

Perubahan Hormon yang Mempengaruhi Suhu Tubuh

Peningkatan BBT terkait erat dengan fluktuasi hormon dalam tubuh, khususnya hormon progesteron. Setelah ovulasi, tubuh menghasilkan progesteron dalam jumlah besar untuk mempersiapkan rahim jika terjadi kehamilan. Hormon ini memengaruhi pusat pengaturan suhu tubuh di otak, menyebabkan peningkatan suhu tubuh basal.

Jika kehamilan terjadi, kadar progesteron tetap tinggi, sehingga suhu tubuh basal tetap berada di atas rata-rata. Sebaliknya, jika tidak ada kehamilan, kadar progesteron menurun menjelang menstruasi, menyebabkan suhu tubuh basal kembali normal.

Baca Juga: Moms, Yuk Pilih-Pilih Peralatan Makan untuk Anak

Mengapa Penting Memperhatikan BBT?

Halaman:

Editor: Saeful Imam

Sumber: American Pregnancy Association

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mitos dan Fakta Seputar Pola Makan Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:40 WIB

Ini Dia Asupan Buah Terbaik untuk Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:34 WIB

Terpopuler

X