Setelah di Testpack Hasilnya Negatif? Belum Tentu Tidak Hamil

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Selasa, 31 Desember 2024 | 11:55 WIB
Ternyata ini tanda-tanda kehamilan menunjukkan positif bila diperiksa dengan test pack (coerni/pixabay)
Ternyata ini tanda-tanda kehamilan menunjukkan positif bila diperiksa dengan test pack (coerni/pixabay)

SMARTPARENT.ID Memang, tanda negatif yang ditunjukkan oleh alat tes kehamilan belum seratus persen dapat memvonis bahwa ibu tidak hamil. Mungkin saja alat tes kehamilan tersebut salah atau memang belum dapat mendeteksinya secara benar.

Nah, bagaimana bila hasilnya negatif tetapi ibu mengalami telat haid. Menurut taufik ada dua kemungkinan. Pertama, ibu memang sudah hamil namun karena daya sensitif alat tes kehamilan kurang peka maka penunjuk yang tertera di test pack negatif. Selanjutnya dianjurkan agar ibu melakukan tes ulangan keesokan harinya dengan alat tes yang diyakini lebih sensitif.

Bila ingin lebih meyakinkan, sebaiknya Moms melakukan tes darah di laboratorium untuk mendeteksi kadar hormon HCG. Tes ini umumnya lebih efektif karena bisa mendeteksi kadar HCG yang rendah, sekitar 20-30/mu. Bila ternyata kadarnya di bawah 20/mu, berarti kehamilan ibu negatif. Namun test HCG darah di laboratorium umumnya dilakukan terhadap ibu yang menjalani terapi kehamilan, bayi tabung misalnya. Bila Moms tidak sedang menjalani terapi kehamilan, di dokter kandungan umumnya ibu akan diperiksa lewat USG. 

Baca Juga: Moms Ini Cara Menggunakan Testpack Yang Benar

Kemungkinan kedua, bila Moms tetap tidak haid meskipun hasil di test pack negatif, adalah adanya gangguan hormonal. Gangguan ini umumnya disebabkan oleh masalah psikologis, misalnya wanita yang baru menikah perlu penyesuaian diri dengan lingkungan baru seperti suami, mertua, serta keluarganya. Dalam fase penyesuaian inilah yang terkadang membuat hormonal ibu menjadi tidak seimbang karena adanya masalah-masalah baru yang mungkin tidak diperkirakan sebelumnya. Atau pada wanita yang mengalami tekanan pekerjaan yang cukup berat bisa saja siklus mentruasinya jadi tidak lancar. 

Mendeteksi Perubahan Tubuh

Namun masalahnya, tidak semua ibu mau datang ke dokter kandungan untuk melakukan tes kehamilan lebih mendalam. Ketika telat haid kemudian setelah melakukan tes kehamilan dengan test pack hasilnya negatif, banyak ibu kemudian cuek. Mereka merasa yakin kalau hasil tesnya memang negatif dan tidak perlu melakukan tindakan apapun. Sebenarnya, menurut Taufik, tindakan seperti ini keliru, soalnya ada kemungkinan ibu positif hamil.

Baca Juga: Kanker Rahim, Gejala dan Pengobatannya (1)

Barulah, setelah beberapa minggu kemudian keluar vlek-vlek, ibu merasa bahwa telat haidnya merupakan pertanda kehamilan. Ketidakacuhan ibu ditambah kondisi rahim yang lemah memang bisa memunculkan abortus padahal, hal ini sebenarnya bisa diatasi ibu dengan mengonsumsi obat penguat rahim dan menjaga aktivitas agar tidak berlebihan. “Tapi mungkin saja keluarnya vlek juga disebabkan selaput rahim yang tidak bagus, misalnya terdapat vesek fase luteal dan adanya gangguan hormon sehingga yang keluar itu sebagian-sebagian.

Sebaiknya, bila memang ibu tidak sempat periksa ke dokter kandungan ibu bisa mendeteksi sendiri mengenai kehamilannya. Yaitu dengan cara merasakan berbagai perubahan pada tubuhnya. Umumnya, bila ada benih janin di dalam rahim akan mempengaruhi kondisi ibu. Misalnya, ada rasa kembung di perut, rasa perih, payudara terasa nyeri, tidak enak badan, dan sebagainya. Bila memang terjadi perubahan seperti itu dan tidak ada penyakit lain sangat mungkin ibu positif hamil. Soalnya, bila tidak hamil perubahan-perubahan seperti ini jarang sekali ditemui.

Baca Juga: Kanker Leher Rahim, Gejala dan Pengobatannya (2)

Apakah Tespack Cukup Efektif?

Belum lama ini The Bational Institute of Enviromental Health Sciences yang berlokasi di Amerika Serikat melakukan penelitian terhadap alat tes kehamilan yang dijual bebas di pasaran. Ternyata, alat tersebut tidak selalu dapat diandalkan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, hasil tes yang negatif tidak selalu berarti tidak ada kehamilan. Hal ini dikarenakan proses kehamilan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Hasil penelitian tersebut didapat dari 221 orang wanita yang sedang merencanakan kehamil dalam waktu dekat. “Dari 136 orang yang berhasil hamil diperkirakan hanya sekitar 90 persen yang implantasi embrionya terjadi pada saat haid terlambat satu hari,” begitu bunyi hasil penelitian tersebut. Padahal umumnya, implantasi embrio baru terjadi sekitar 6-12 hari sesudah hari pertama terlambat haid. Hal ini memungkinkan terjadinya hasil tes negatif padahal sebenarnya kehamilan sudah terjadi. Untuk itu, bagi wanita yang menggunakan test pack sendiri dianjurkan untuk melakukan beberapa kali.

Halaman:

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Mitos dan Fakta Seputar Pola Makan Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:40 WIB

Ini Dia Asupan Buah Terbaik untuk Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:34 WIB
X