3. Penyatuan Pembuluh Darah antara Kembar
Dalam banyak kasus, pembuluh darah dari kembar parasit menyatu dengan kembar utama.
Ini menyebabkan embrio yang lebih lemah tidak dapat berkembang dengan baik karena suplai darahnya terganggu.
Seiring waktu, tubuh kembar parasit menjadi tidak lengkap dan hanya menyisakan bagian tertentu yang menempel pada tubuh saudara kembarnya.
Baca Juga: 5 Tips Makin Produktif Dengan HUAWEI MatePad 12 X di Mana Saja dan Kapan Saja
4. Adaptasi Tubuh Kembar Utama
Karena kembar parasit tidak memiliki sistem organ yang berfungsi sendiri, tubuh kembar utama akan menyesuaikan diri untuk mendukung pertumbuhan jaringan yang tidak sempurna ini.
Namun, dalam beberapa kasus, keberadaan kembar parasit dapat menyebabkan komplikasi medis bagi kembar utama, seperti tekanan tambahan pada jantung atau gangguan fungsi organ tertentu.
Faktor Risiko yang Berperan dalam Pembentukan Kembar Parasit
Meskipun penyebab pasti dari fenomena ini belum sepenuhnya dipahami, para peneliti dari American Journal of Medical Genetics dan Mayo Clinic mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya kembar parasit:
Kelainan dalam Pembelahan Zigot – Proses pembelahan sel yang tidak sempurna atau terlambat dapat menyebabkan kegagalan embrio untuk berkembang dengan normal.
Baca Juga: Jelajahi Konsep Baru LOTTE Mart Kuningan City: Pengalaman Belanja Modern ala Korea
Gangguan pada Plasenta – Jika salah satu embrio tidak menerima suplai darah yang cukup akibat kelainan pada plasenta, pertumbuhannya bisa terganggu dan menyebabkan kembar parasit.
Faktor Genetik – Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada kemungkinan faktor genetik berperan dalam pembentukan kembar parasit, meskipun bukti ilmiahnya masih terbatas.
Kondisi Lingkungan Rahim – Faktor eksternal seperti paparan zat beracun, radiasi, atau infeksi selama awal kehamilan juga dapat mempengaruhi perkembangan embrio dan meningkatkan risiko terjadinya kembar parasit.