Namun, untuk ibu hamil yang merasa ragu atau memiliki kondisi medis tertentu, selalu lebih baik untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi makanan tertentu, termasuk nanas.
Kesimpulan: Kekhawatiran mengenai konsumsi nanas selama awal kehamilan berasal dari potensi efek enzim bromelain yang dapat memicu kontraksi rahim.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa jumlah bromelain dalam nanas segar tidak cukup tinggi untuk menimbulkan risiko yang signifikan, terutama jika dikonsumsi dalam porsi wajar.
Baca Juga: Jangan Abaikan Masalah Makan pada Anak untuk Mencegah Malnutrisi
Meskipun demikian, ibu hamil yang memiliki riwayat kontraksi dini atau masalah kehamilan lainnya harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi nanas dalam jumlah besar. Pada akhirnya, setiap keputusan terkait konsumsi makanan selama kehamilan harus dibuat berdasarkan kondisi kesehatan individu dan bimbingan medis.