SMARTPARENT.ID Dari sekian jenis kanker yang menyerang area rahim, kanker saluran telur dan kanker indung telur adalah di antaranya.
Kanker Saluran Telur
Kanker saluran telur adalah tumor ganas pada saluran telur. Namun, kanker jenis ini tidak sesering kanker rahim atau serviks bahkan sangat jarang terjadi. Serangan kanker ini pun biasanya merupakan penyebaran dari organ lain. Misalnya kanker ovarium yang sudah stadium lanjut kemudian merembet menjadi kanker saluran telur. Seperti halnya kanker rahim, kanker saluran telur paling banyak ditemukan pada wanita pasca menopause, meskipun bisa juga ditemukan pada wanita yang lebih muda.
Baca Juga: Kanker Rahim, Gejala dan Pengobatannya (1)
Hingga saat ini, selain hasil dari rembetan kanker ovarium atau yang lainnya, penyebab terjadinya kanker belum diketahui. Para ahli masih terus meneliti sambil menduga penyebab pastinya.
Mungkin tidak seperti kanker lain, gejala yang ditunjukkan tidak terlalu jelas kecuali dengan melakukan pemeriksaan fisik. Salah satu gejala dari pemeriksaan fisik adalah pada panggul ditemukan suatu massa yang membesar.
Pengobatan yang utama untuk kanker saluran telur adalah pembedahan untuk mengangkat kedua saluran telur, kedua indung telur dan rahim disertai pengangkatan kelenjar getah bening perut dan panggul. Sedangkan pada stadium lanjut, setelah pembedahan perlu dilakukan kemoterapi atau terapi penyinaran.
Baca Juga: Kanker Leher Rahim, Gejala dan Pengobatannya (2)
Kanker Indung Telur
Kanker indung telur atau ovarium adalah tumor ganas pada ovarium. Umumnya sering ditemukan pada wanita yang berusia 50-70 tahun. Boleh dikatakan dan 1 dari 70 wanita usia lanjut menderita kanker ovarium.
Penyebabnya tidak diketahui. Namun faktor resiko serangan bisa terjadi pada wanita :
- Yang mengonsumsi obat kesuburan.
- Pernah menderita kanker payudara.
- Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara dan/atau kanker ovarium.
- Riwayat keluarga yang menderita kanker kolon, paru-paru, prostat dan rahim.
Gejala Kanker Indung Telur
Gejala yang bisa secara langsung dirasakan si ibu ada pula yang perlu dilakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksinya, misalnya :
- Pada gejala awal, bisa berupa rasa tidak enak yang terasa samar-samar di perut bagian bawah.
- Bila setelah di rontgen ternyata ovarium membesar, terutama pada wanita pasca menopause, bisa merupakan pertanda awal dari kanker ovarium.
- Akibat ovarium yang membesar, biasanya di dalam perut terkumpul cairan sehingga perut tampak membesar.
- Ibu pun terkadang merasakan nyeri panggul, anemia, dan berat badannya menurun tanpa sebab yang jelas.
- Bila positif kanker ovarium, terkadang kanker melepaskan hormon yang menyebabkan pertumbuhan berlebih pada lapisan rahim, pembesaran payudara, atau peningkatan pertumbuhan rambut.
- Gejala lainnya yang mungkin terjadi, panggul terasa berat, perdarahan pervaginam, siklus menstruasi abnormal, gejala saluran pencernaan (perut kembung, nafsu makan berkurang, mual, muntah, tidak mampu mencerna makanan dalam jumlah seperti biasanya), sering berkemih.
Baca Juga: Makanan yang Dikonsumsi Ibu Menyusui Bisa Picu Kolik pada Bayi