SMARTPARENT.ID Jenis kanker lain yang berada di sekitar rahim adalah kanker leher rahim. Kanker ini menyerang leher rahim atau yang sering disebut serviks, yakni daerah yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim dengan liang senggama. Meskipun umumnya menyerang wanita yang telah berumur, tetapi mungkin saja menyerang wanita usia 20-30 tahun. Berdasarkan pengalaman kedokteran, kanker leher rahim adalah salah satu kanker yang paling dapat dicegah dan paling dapat disembuhkan dari semua kasus kanker.
Baca Juga: Kanker Rahim, Gejala dan Pengobatannya (1)
Kanker leher rahim terjadi dengan ditandai adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang abnormal. Sebelum menjadi sel kanker, terjadi perubahan yang memakan waktu sampai bertahun-tahun. Nah, di saat seperti inilah, pasien harus mendeteksinya dan segera lakukan pengobatan yang tepat akan dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut. Deteksi dini bisa dengan melakukan pap smear. Agar lebih efektif, pap smear dilakukan seminggu atau dua minggu setelah menstruasi. Tetapi jika sudah menopause, pap smear bisa dilakukan kapan saja. Lakukan pap smear setiap dua tahun sekali.
Setiap wanita yang pernah melakukan hubungan seksual mempunyai resiko terhadap serangan kanker serviks rahim. Namun seperti halnya kanker rahim, kanker leher rahim pun sampai kini belum diketahui penyebab pastinya. Tetapi faktor yang mempertinggi resiko bisa terjadi pada wanita perokok, wanita yang memiliki pasangan seksual berganti-ganti, atau wanita yang memulai aktifitas seksualnya pada usia yang sangat muda. Berdasarkan penelitian, virus HPV yang menular lewat hubungan seksual bisa menjadi salah satu pemicunya. Biasanya terjangkit pada wanita yang sering gonta-ganti pasangan.
Baca Juga: Ciri-ciri Keguguran Saat Hamil Muda
Gejala yang Perlu Dipahami dan Cara Mengobatinya
Jika sudah tumbuh sel kanker di serviks, biasanya akan terjadi perubahan sel-sel menjadi sel kanker. Hal ini biasanya akan manimbulkan perdarahan, terjadi setelah melakukan hubungan intim atau di antara masa menstruasi. Gejala seperti ini bisa saja menunjukkan adanya keabnormalan pada serviks. Sebaiknya ibu segera memeriksakan diri ke dokter karena perdarahan ini bukanlah sesuatu yang normal.
Bila memang positif, tindakan dokter tidak selamanya sama, bergantung dari kondisi kanker pada saat itu. Jika positif diketahui bahwa terjadi keabnormalan, maka pengobatan yang umum diberikan adalah dengan:
- Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser untuk menghilangkan atau mengecilkan sel yang abnormal tersebut.
- Cone biopsi, yaitu mengambil sedikit dari sel-sel leher rahim, termasuk sel yang mengalami perubahan untuk pemeriksaan yang lebih teliti dan memastikan adanya sel-sel yang mengalami perubahan.
Berbeda bila kanker leher rahim telah dapat diidentifikasi, untuk penyembuhannya bisa dilakukan dengan:
- Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya.
- Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.
Baca Juga: Awalnya Sering Sembelit, Kisah Langka Bayi 19 Bulan Lawan Kanker Ovarium Stadium 3