Pengaruh Olahraga Berlebihan terhadap Rusaknya Pola Menstruasi

Photo Author
Saeful Imam, Smart Parent
- Kamis, 31 Oktober 2024 | 22:09 WIB
Ternyata aktivitas fisik berlebihan juga tidak baik (Fotorech/pixabay)
Ternyata aktivitas fisik berlebihan juga tidak baik (Fotorech/pixabay)

SMARTPARENT.IDOlahraga secara rutin bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental, termasuk menjaga keseimbangan hormon yang penting bagi keteraturan siklus menstruasi.

Namun, olahraga berlebihan justru dapat memberikan efek sebaliknya, terutama pada wanita yang menjalani latihan fisik intens atau atlet profesional.

Dalam beberapa kasus, olahraga yang terlalu berat dan berlangsung dalam jangka panjang dapat menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur atau bahkan terhenti sama sekali. 

Baca Juga: Cek Yuk Moms, Apakah Batita Kita Telat Berbicara

1. Dampak Olahraga Intens terhadap Hormon Reproduksi

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa olahraga berlebihan, terutama latihan intens seperti lari maraton, latihan kekuatan, atau latihan interval intensitas tinggi, menyebabkan stres fisik yang cukup besar bagi tubuh.

Stres ini memengaruhi hipotalamus, yaitu bagian otak yang berperan dalam mengatur hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron.

Ketika stres meningkat, tubuh cenderung memprioritaskan pemulihan fisik, yang menyebabkan produksi hormon reproduksi menurun.

Penurunan hormon ini berpotensi mengganggu ovulasi dan membuat siklus menstruasi tidak teratur atau bahkan menyebabkan amenore, yaitu kondisi berhentinya menstruasi sementara.

Baca Juga: Pengaruh Pola Makan dan Nutrisi terhadap Teraturnya Menstruasi

2. Amenore Atletik: Kondisi yang Umum pada Atlet Wanita

Pada atlet wanita atau mereka yang sangat aktif secara fisik, kondisi yang dikenal sebagai "amenore atletik" sering terjadi.

Menurut Mayo Clinic, amenore atletik terjadi akibat ketidakseimbangan antara energi yang dikonsumsi dan energi yang dibakar, sehingga tubuh kekurangan kalori untuk mempertahankan fungsi reproduksi.

Ini menyebabkan rendahnya kadar lemak tubuh dan hormon estrogen, yang diperlukan untuk menjaga siklus menstruasi tetap teratur.

Halaman:

Editor: Saeful Imam

Sumber: Health

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mitos dan Fakta Seputar Pola Makan Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:40 WIB

Ini Dia Asupan Buah Terbaik untuk Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:34 WIB
X