Defisiensi Nutrisi atau Gangguan Makan: Remaja dengan asupan nutrisi yang tidak mencukupi atau yang mengalami gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia dapat mengalami amenore, yaitu hilangnya menstruasi karena tubuh kekurangan energi untuk mempertahankan siklus haid yang teratur.
5. Kapan Orang Tua Harus Khawatir?
Bagi orang tua, memahami kapan perlu mengkhawatirkan telat haid sangatlah penting.
Secara umum, tidak semua kasus telat haid memerlukan kunjungan ke dokter, tetapi ada beberapa tanda yang mungkin menjadi alasan untuk berkonsultasi:
Baca Juga: Bisakah Bayi Terkena Eksim? Lalu, Apa Saja Tandanya?
Telat Haid Berlangsung Lebih dari Tiga Bulan Berturut-Turut: Jika anak remaja mengalami telat haid selama lebih dari tiga bulan berturut-turut tanpa alasan yang jelas, sebaiknya orang tua mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter.
Gejala Lain yang Mengkhawatirkan: Jika remaja mengalami gejala seperti nyeri perut yang parah, pendarahan berlebihan, atau gejala hormon lain seperti pertumbuhan rambut berlebih, orang tua sebaiknya segera mencari saran medis.
Gangguan Emosional atau Stres yang Berat: Jika ada perubahan drastis dalam suasana hati atau perilaku anak, terutama jika anak menunjukkan tanda-tanda stres berlebihan atau masalah kesehatan mental, penting untuk mendapatkan bantuan dari profesional kesehatan.
Artikel Terkait
Ini Kelebihan Nanas Dibandingkan dengan Buah-buahan lain bagi Ibu Hamil
Pilihan Buah Alternatif yang Lebih Aman untuk Ibu Hamil Trimester Pertama
Mengenal Suplemen Bromelain, Amankah Bagi Ibu Hamil?
Banyak yang Belum Tahu, Gerakan Janin Dipengaruhi Kesehatan Mental Ibu Hamil
Tidak Selalu karena Hamil! Penyebab Telat Haid dan Cara Mengatasinya