Mendeteksi Ketidaknormalan dari Gerakan Janin, Begini Caranya

Photo Author
Saeful Imam, Smart Parent
- Senin, 14 Oktober 2024 | 21:27 WIB
Begini cara mendeteksi ketidaknormalan pada janin  (MART Production)
Begini cara mendeteksi ketidaknormalan pada janin (MART Production)

Faktor yang Mempengaruhi Variasi

Beberapa faktor dapat memengaruhi variasi gerakan janin, termasuk posisi janin, waktu dalam sehari, dan aktivitas ibu.

Janin yang berada dalam posisi punggung menghadap ke depan cenderung memberikan gerakan yang lebih terasa dibandingkan janin yang berada dalam posisi punggung menghadap ke belakang.

Selain itu, gerakan janin cenderung lebih terasa saat ibu berbaring atau duduk dengan tenang, karena saat ibu aktif, bayi mungkin sedang tidur atau gerakannya teredam oleh aktivitas ibu.

Baca Juga: Perhatikan Moms, Mengubah Posisi Tubuh akan Pengaruhi Gerakan Janin

Waktu juga memainkan peran dalam variasi gerakan. Biasanya, janin lebih aktif pada malam hari ketika ibu lebih rileks dan tidak banyak bergerak.

Sementara itu, asupan makanan tertentu atau hidrasi yang baik juga dapat meningkatkan frekuensi gerakan bayi.

Secara umum, variasi gerakan ini adalah tanda perkembangan yang sehat, tetapi penting untuk memperhatikan pola yang konsisten.

Ketika Variasi Menjadi Masalah

Meskipun variasi gerakan janin adalah hal yang normal, ada tanda-tanda tertentu yang harus diperhatikan oleh ibu hamil.

Jika janin menjadi jauh lebih tenang atau gerakan berkurang secara signifikan selama beberapa hari, ini bisa menjadi tanda masalah.

Baca Juga: Mengungkap Fakta: Benarkah BPA Sebabkan Infertilitas dan Kelahiran Prematur?

Menurut The American Journal of Obstetrics and Gynecology, pengurangan drastis dalam frekuensi gerakan bisa menandakan adanya masalah pada aliran oksigen atau nutrisi ke janin.

Ibu hamil disarankan untuk melakukan tes hitung tendangan janin pada minggu ke-28 dan setelahnya, di mana setidaknya 10 gerakan dirasakan dalam dua jam.

Jika ibu merasa janin kurang bergerak atau mengalami perubahan gerakan yang mengkhawatirkan, segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Halaman:

Editor: Saeful Imam

Sumber: Journal of Maternal-Fetal and Neonatal Medicine

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mitos dan Fakta Seputar Pola Makan Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:40 WIB

Ini Dia Asupan Buah Terbaik untuk Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:34 WIB
X