SMARTPARENT.ID - Gerakan pertama janin, yang dikenal dengan istilah "quickening," merupakan salah satu momen yang paling ditunggu oleh setiap ibu hamil.
Lebih dari sekadar tanda bahwa janin berkembang dengan baik, gerakan ini memiliki makna emosional yang mendalam bagi ibu.
Saat seorang ibu pertama kali merasakan getaran kecil dari bayi dalam kandungannya, hubungan batin antara ibu dan anak pun mulai terbentuk dengan cara yang sangat unik dan personal.
Momen ini bukan hanya tentang kehidupan baru yang sedang berkembang, tetapi juga cerminan dari keajaiban pertumbuhan manusia di dalam rahim.
Baca Juga: Disleksia pada Anak: Penyebab dan Solusi untuk Mengatasinya
Gerakan janin mulai terasa oleh ibu hamil antara minggu ke-16 hingga minggu ke-25 kehamilan, tergantung pada berbagai faktor.
Bagi wanita yang hamil untuk pertama kali, gerakan ini mungkin baru dapat dirasakan setelah minggu ke-20, sementara bagi yang pernah hamil sebelumnya, quickening bisa terjadi lebih awal, bahkan pada minggu ke-16.
Namun, setiap ibu memiliki pengalaman yang berbeda, tergantung pada kondisi fisik, posisi plasenta, dan seberapa peka ibu terhadap gerakan janin.
Gerakan pertama janin umumnya terasa sangat halus, menyerupai getaran atau desiran lembut, yang sering kali disalahartikan sebagai gerakan gas dalam usus.
Namun, seiring dengan perkembangan janin, gerakan tersebut akan semakin terasa lebih jelas, bahkan dapat menyerupai tendangan atau pukulan kecil.
Pada fase awal, gerakan ini bisa muncul secara sporadis dan tidak konsisten, tetapi saat janin semakin berkembang dan kuat, frekuensi gerakan akan semakin meningkat.
Peran Gerakan Janin dalam Perkembangan Fisik
Gerakan janin adalah bagian penting dari proses perkembangan fisik bayi dalam kandungan.
Artikel Terkait
Bagaimana Cara Membasmi Kutu pada Anak?
Serunya Berkebun Bersama Anak, Aktivitas Kreatif untuk Mengisi Libur Akhir Pekan
Satu Buron, Polisi Tetapkan Tiga Pengurus Yayasan Darussalam An'nur sebagai Tersangka Pelecehan Anak
Taro Kembali Hadirkan Taro Rangers Camp untuk Cetak Generasi Anak yang Tangguh dan Kreatif
Disleksia pada Anak: Penyebab dan Solusi untuk Mengatasinya