Sistem saraf janin, khususnya otak, mulai mengirimkan sinyal ke otot-otot tubuh untuk melakukan gerakan yang terkoordinasi.
Meskipun gerakan pertama ini mungkin terasa acak, mereka sebenarnya adalah tanda bahwa otak janin sedang melatih kontrol motorik.
Gerakan ini juga membantu memperkuat otot-otot janin, mempersiapkannya untuk gerakan yang lebih kompleks di luar rahim setelah lahir.
Selain itu, gerakan janin berfungsi sebagai cara bagi bayi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di dalam rahim.
Bayi mulai melakukan gerakan seperti menggeliat, menendang, dan memutar tubuhnya untuk menghindari tekanan dari dinding rahim atau plasenta.
Gerakan pada janin ini membantu meningkatkan fleksibilitas tulang dan sendi janin, serta melatih keterampilan motorik halus yang akan digunakan saat ia dilahirkan dan mulai berinteraksi dengan lingkungan luar.
Artikel Terkait
Bagaimana Cara Membasmi Kutu pada Anak?
Serunya Berkebun Bersama Anak, Aktivitas Kreatif untuk Mengisi Libur Akhir Pekan
Satu Buron, Polisi Tetapkan Tiga Pengurus Yayasan Darussalam An'nur sebagai Tersangka Pelecehan Anak
Taro Kembali Hadirkan Taro Rangers Camp untuk Cetak Generasi Anak yang Tangguh dan Kreatif
Disleksia pada Anak: Penyebab dan Solusi untuk Mengatasinya