Keguguran dan Kelahiran Mati
Kehilangan kehamilan secara tiba-tiba adalah peristiwa tragis pada tahap mana pun. Keguguran biasanya terjadi dalam tiga bulan pertama kehamilan.
Dalam kasus yang jarang, keguguran dapat terjadi setelah 20 minggu kehamilan, yang disebut kelahiran mati.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, merokok meningkatkan kemungkinan keguguran dini dan kelahiran mati.
Bahan kimia berbahaya dalam rokok sering menjadi penyebabnya.
Baca Juga: Gula Bisa Mengatasi Stres? Begini Penjelasannya
Kehamilan Ektopik
Menurut sebuah studi yang diterbitkan di jurnal PLoS One, nikotin dapat menyebabkan kontraksi di tuba falopi. Kontraksi ini dapat mencegah embrio melewati tuba falopi.
Salah satu hasilnya adalah kehamilan ektopik, yaitu ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim, biasanya di tuba falopi atau di perut.
Dalam situasi ini, embrio harus diangkat untuk menghindari komplikasi yang mengancam jiwa bagi ibu.
Baca Juga: Sukrosa Bisa Hilangkan Sakit pada Bayi? Begini Penjelasannya
Abrupsi Plasenta
Plasenta adalah struktur "jalur kehidupan" yang terbentuk selama kehamilan untuk menyediakan nutrisi dan oksigen bagi janin.
Merokok adalah faktor risiko utama untuk beberapa komplikasi yang terkait dengan plasenta, salah satunya adalah abrupsi plasenta.
Ini adalah kondisi di mana plasenta terlepas dari rahim sebelum persalinan, menyebabkan perdarahan hebat dan mengancam nyawa ibu dan bayi.
Artikel Terkait
Mengapa Ibu Hamil Dianjurkan Makan Buah-buahan, ini Alasannya
Baik untuk Jantung, Ini Khasiat Buah Alpukat untuk Ibu Hamil
Meredakan Sembelit, Ini Manfaat Lain dari Jambu Biji untuk Ibu Hamil
Manfaat Apel Bagi Ibu Hamil, Bikin Tubuh Sehat dan Tidak Mudah Sakit
Jangan Disepelekan, ini Manfaat Buah Kering untuk Ibu Hamil
Jaga Kecukupan Hidrasi, Ini Manfaat Lain Buah Naga untuk Ibu Hamil