SMARTPARENT.ID - Bak madu dan racun, merokok dan kehamilan adalah dua hal yang tidak cocok.
Sebab, merokok atau mengisap asap rokok (perokok pasif) saat hamil menempatkan ibu dan bayi yang belum lahir dalam risiko tinggi.
Rokok mengandung bahan kimia berbahaya seperti nikotin, karbon monoksida, dan tar.
Merokok secara signifikan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, beberapa di antaranya bisa berakibat fatal bagi ibu atau bayi.
Baca Juga: Perkembangan Anak 5 Tahun, Mulai Tinggi dan Berat Badan hingga Kemampuannya
Penting untuk memahami risiko merokok saat hamil.
Kehamilan
Jika merokok dan ingin hamil, berhenti merokok harus menjadi prioritas. Merokok dapat mencegah kehamilan sejak awal.
Bahkan pada trimester pertama, merokok mempengaruhi kesehatan bayi yang belum lahir.
Menurut American Society for Reproductive Medicine, perokok, baik pria maupun wanita, memiliki kemungkinan dua kali lebih besar mengalami masalah kesuburan dibandingkan dengan non-perokok.
Baca Juga: Anemia bisa Pengaruhi Pola Tidur? Begini Faktanya
Asap rokok pasif juga berbahaya bagi janin.
Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat telah mengklasifikasikan asap rokok pasif sebagai karsinogen kelompok A, yang berarti diketahui menyebabkan kanker pada manusia.
Artikel Terkait
Mengapa Ibu Hamil Dianjurkan Makan Buah-buahan, ini Alasannya
Baik untuk Jantung, Ini Khasiat Buah Alpukat untuk Ibu Hamil
Meredakan Sembelit, Ini Manfaat Lain dari Jambu Biji untuk Ibu Hamil
Manfaat Apel Bagi Ibu Hamil, Bikin Tubuh Sehat dan Tidak Mudah Sakit
Jangan Disepelekan, ini Manfaat Buah Kering untuk Ibu Hamil
Jaga Kecukupan Hidrasi, Ini Manfaat Lain Buah Naga untuk Ibu Hamil