Hal-hal seperti stres atau pola makan dapat mempengaruhi hari ovulasi dari bulan ke bulan.
Ada juga kondisi medis seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau gangguan tiroid yang dapat menyebabkan ovulasi tidak teratur atau berhenti sama sekali.
Kondisi ini mungkin menyebabkan gejala lain yang terkait dengan perubahan kadar hormon, termasuk:
Pertumbuhan rambut wajah atau tubuh yang meningkat
Jerawat
Infertilitas, dalam beberapa kasus
Baca Juga: Berapa Kebutuhan Kalsium Saat Hamil? Ternyata ini Jawabannya
Seberapa Sering Berhubungan Seks Jika Ingin Hamil?
Ibu hanya perlu berhubungan seks sekali selama jendela subur untuk mencapai kehamilan. Orang yang aktif mencoba untuk hamil mungkin meningkatkan peluang dengan berhubungan seks setiap hari atau setiap dua hari selama jendela subur.
Bagi yang menggunakan inseminasi intrauterin (IUI) untuk mencoba hamil, IUI juga dilakukan selama jendela subur.
Waktu terbaik untuk hamil adalah dalam 2 hari menjelang ovulasi dan hari ovulasi itu sendiri.
Jika Tidak Ingin Hamil
Jika ingin mencegah kehamilan, penting untuk menggunakan kontrasepsi, terutama selama jendela subur.
Baca Juga: Bila Hasil Testpack Garis 2 tapi Samar, Boleh Jadi Anda Benar-benar Hamil!
Meskipun metode penghalang seperti kondom lebih baik daripada tidak menggunakan perlindungan sama sekali, mungkin Ibu merasa lebih tenang dengan menggunakan metode yang lebih efektif.
Pilihan dengan efikasi sangat tinggi termasuk implan kontrasepsi dan IUD. Pil KB juga lebih efektif dibandingkan metode penghalang.
Artikel Terkait
Kapan Hamil? Film Komedi Romantis yang Layak Ditonton karena Ceritakan Perjuangan Pasangan Dapatkan Momongan
Hasil Test Pack 2 Garis tapi yang 1 Samar, Apakah Hamil?
Bila Hasil Testpack Garis 2 tapi Samar, Boleh Jadi Anda Benar-benar Hamil!
Berapa Kebutuhan Kalsium Saat Hamil? Ternyata ini Jawabannya
Perlukah Suplemen Kalsium Saat Hamil? Adakah Efek Sampingnya?
Ingin Segera Punya Anak, Coba Cara Cepat Hamil Bersama Pasangan