Salah satu mitos paling populer terkait nanas dan kehamilan adalah bahwa mengonsumsi nanas, terutama dalam jumlah besar, dapat menyebabkan keguguran. Mitos ini sering kali berpusat pada kandungan bromelain dalam nanas.
Bromelain adalah enzim yang dapat melunakkan leher rahim dan diduga bisa memicu kontraksi uterus, yang dalam beberapa teori dianggap berpotensi menyebabkan keguguran, terutama pada trimester pertama.
Namun, penting untuk dicatat bahwa sebagian besar bromelain terkonsentrasi di bagian batang nanas, bukan daging buahnya yang biasanya dikonsumsi.
Baca Juga: Moms, Ini Kiat Mengantisipasi Jika Pengasuh Minta Berhenti
Selain itu, jumlah bromelain dalam satu porsi nanas sangat kecil sehingga tidak mungkin menimbulkan efek serius pada kehamilan.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition menunjukkan bahwa konsumsi nanas dalam jumlah moderat selama kehamilan tidak menimbulkan risiko keguguran atau komplikasi lainnya.
Studi ini mengungkapkan bahwa kekhawatiran terkait bromelain dalam nanas selama kehamilan sangat berlebihan.
Fakta Buah Nanas
Nanas adalah Buah yang Aman dalam Jumlah Moderat Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, nanas sebenarnya menawarkan banyak manfaat kesehatan bagi ibu hamil.
Nanas kaya akan vitamin C, yang penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat selama kehamilan.
Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi dari makanan lain, yang penting untuk mencegah anemia pada ibu hamil.
Selain itu, kandungan serat dalam nanas dapat membantu mencegah sembelit, yang merupakan masalah umum selama kehamilan.
Baca Juga: Jangan Abaikan Masalah Makan pada Anak untuk Mencegah Malnutrisi
Namun, seperti halnya makanan lain, konsumsi nanas sebaiknya tidak berlebihan. Makan terlalu banyak nanas dapat menyebabkan mulas atau gangguan pencernaan karena tingginya kadar asam dalam buah ini.
Beberapa ibu hamil mungkin juga mengalami alergi atau sensitivitas terhadap nanas, yang dapat menyebabkan reaksi seperti gatal-gatal di mulut atau tenggorokan.