SMARTPARENT.ID - Status kehamilan dalam istilah kebidanan sering diukur dengan GPA.
G adalah gravida yang menunjukkan jumlah kehamilan atau seberapa sering seorang wanita telah hamil.
P adalah paritas yang mencerminkan jumlah kelahiran, dan A adalah abortus yang menunjukkan jumlah keguguran.
Saat mencatat riwayat kehamilan, metode GPA atau Gravida Paritas Abortus sangat berguna.
Baca Juga: Si Kakak Menyakiti Adik? Mungkin Egonya Masih Tinggi
Kita akan membahas cara menghitung GPA pada ibu hamil, yang diambil dari sumber YouTube Nursing Student.
Pengertian GPA
Dalam dunia kebidanan, GPA atau Gravida Paritas Abortus mengacu pada status paritas.
Gravida adalah jumlah total kehamilan yang dialami seorang ibu hingga saat ini, termasuk kelahiran hidup dan keguguran.
Apa itu Partus?
Partus adalah jumlah total kehamilan yang mencapai usia lebih dari 20 minggu (21 minggu ke atas), baik bayi lahir hidup atau tidak.
Baca Juga: Kiat Menumbuhkan Perilaku Sayang Si Kakak Kepada Adiknya
Abortus adalah jumlah total kehamilan yang berakhir sebelum mencapai usia 20 minggu (hingga 20 minggu).
Cara Menghitung GPA