Tidak ada operasi atau perawatan untuk memasang kembali plasenta yang terlepas, namun perhatian medis segera dapat membantu meningkatkan peluang kelahiran yang sehat meskipun ada abrupsi plasenta.
Plasenta Previa
Merokok juga menjadi faktor risiko untuk plasenta previa, di mana plasenta tetap berada di bagian bawah rahim, sebagian atau sepenuhnya menutupi serviks.
Plasenta sering robek, menyebabkan perdarahan berlebihan dan mengurangi asupan nutrisi dan oksigen bagi janin.
Baca Juga: Gula Pengaruhi Fungsi Otak, Benarkah? Begini Faktanya
Kelahiran Prematur
Menurut CDC, merokok selama kehamilan dapat menyebabkan kelahiran prematur, yaitu bayi lahir terlalu dini.
Ada banyak risiko kesehatan yang terkait dengan kelahiran prematur, termasuk gangguan penglihatan dan pendengaran, kecacatan mental, masalah belajar dan perilaku, serta komplikasi yang bisa menyebabkan kematian.
Berat Badan Lahir Rendah
Merokok juga dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, yang dapat mengakibatkan masalah kesehatan dan kecacatan lainnya.
Meskipun kemajuan dalam perawatan medis telah mengurangi jumlah kematian akibat berat badan lahir rendah, kondisi ini masih merupakan kondisi serius yang dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan, cerebral palsy, gangguan pendengaran atau penglihatan, dan dalam kasus yang ekstrem, kematian bayi baru lahir.
Baca Juga: Susu Formula, Bisakah Mencukupi Kebutuhan Gizi Bayi?
Cacat Lahir
Merokok selama kehamilan meningkatkan risiko bayi lahir dengan cacat lahir, seperti cacat jantung bawaan dan masalah struktur jantung, serta bibir sumbing dan langit-langit mulut.
Kebenaran yang Menyedihkan