Kanker Rahim, Gejala dan Pengobatannya (1)

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Selasa, 31 Desember 2024 | 11:04 WIB
Jangan abaikan asupan nutrisi cukup dan seimbang pada ibu hamil  (Helena Lopez/pexels)
Jangan abaikan asupan nutrisi cukup dan seimbang pada ibu hamil (Helena Lopez/pexels)

SMARTPARENT.ID Pada wanita, kanker di seputar rahim menduduki peringkat kedua paling berbahaya setelah kanker payudara. Namun terkadang kondisi ini membalik, kanker di seputar rahim bisa saja jadi nomor satu paling berbahaya.

Baca Juga: Peningkatan Indra Penciuman, Tanda Unik yang Dialami Sebagian Wanita Saat Hamil Muda

Kanker di seputar rahim bisa terjadi di mulut rahim atau serviks, bagian utama rahim, saluran telur, dan indung telur (ovarium). Namun, meskipun awalnya kanker terjadi di bagian serviks, kanker ini bisa menyebar (metastase) secara lokal maupun ke berbagai bagian tubuh, ke rahim, saluran telur (tuba falopii), ovarium, sistem getah bening atau ke bagian tubuh lainnya melalui pembuluh darah.

Sayangnya, hingga saat ini penyebab kanker belum diketahui secara pasti. Yang diketahui, kanker merupakan tumor ganas yang harus sangat diwaspadai. Karena keganasan inilah maka kanker harus segera diatasi. Bila terlambat, sudah stadium II misalnya, maka akan sangat sulit menanganinya.

Baca Juga: Mood Sering Berubah-ubah adalah Tanda-tanda Hamil Muda, Kapan Perlu Konsultasi?

Kanker Rahim, Tak DiKetahui Penyebab Pastinya

Sesuai namanya, kanker menyerang bagian utama rahim, yakni pada tubuh dan endometrium atau lapisan rahim. Penyebab pasti tidak diketahui, tetapi kemungkinan karena peningkatan kadar hormon estrogen.

Meskipun penyebab pastinya tidak diketahui tetapi ada beberapa faktor yang bisa mempertinggi serangan kanker, yakni :

  1. Usia, wanita berusia 50 tahun keatas lebih rentan terhadap kanker.
  2. Wanita yang mengalami pembesaran jaringan pada rahim namun masih teratur atau hiperplasia endometrium.
  3. Wanita yang melakukan terapi sulih hormon (tsh) untuk mengatasi gejala-gejala menopause, mencegah osteoporosis, dan mengurangi resiko penyakit jantung atau stroke.
  4. Wanita yang mengkonsumsi estrogen dalam jangka panjang tanpa diimbangi dengan progesteron.
  5. Wanita yang kegemukan atau obesitas. Soalnya wanita gemuk biasanya memiliki kadar estrogen lebih tinggi yang menyebabkan meningkatnya resiko kanker rahim.
  6. Wanita penderita diabetes (kencing manis).
  7. Wanita penderita hipertensi (tekanan darah tinggi)
  8. Tamoksifen, yakni zat kimia yang terdapat di dalam obat yang biasanya dikonsumsi untuk mencegah atau mengobati kanker payudara.
  9. Wanita yang mengalami menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun.
  10. Wanita yang tidak memiliki anak
  11. Wanita yang mengalami kemandulan
  12. Penyakit ovarium polikista polip endometrium.

Baca Juga: Kelelahan Ekstrem, Ciri-ciri Hamil Muda yang Kerap Tak Disadari

Ini Gejala yang Harus Dipahami

Tindakan dini sangat diperlukan untuk mengatasi perkembangan kanker. Untuk itu diharapkan kita memahami berbagai gejala awal, meskipun terkadang sulit dideteksi. Gejala yang biasanya terjadi adalah :

  1. Perdarahan rahim yang abnormal.
  2. Siklus menstruasi yang abnormal.
  3. Perdarahan diantara 2 siklus menstruasi (pada wanita yang masih mengalami menstruasi)
  4. Perdarahan vagina atau spotting pada wanita pasca menopause.
  5. Perdarahan yang sangat lama, berat dan sering (pada wanita yang berusia diatas 40 tahun)
  6. Nyeri perut bagian bawah atau kram panggul
  7. Keluar cairan putih yang encer atau jernih (pada wanita pasca menopause)
  8. Nyeri atau kesulitan dalam berkemih
  9. Nyeri ketika melakukan hubungan seksual.

Baca Juga: Tanda Hamil Tanpa Disertai Mual, Ini yang Perlu Diketahui

Pengobatan yang Harus Dilakukan 

Pemilihan pengobatan tergantung kepada ukuran kanker, stadium, pengaruh hormon terhadap pertumbuhan kanker, kecepatan pertumbuhan kanker, serta usia dan keadaan umum penderita. Pengobatan bisa dilakukan :

Halaman:

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Mitos dan Fakta Seputar Pola Makan Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:40 WIB

Ini Dia Asupan Buah Terbaik untuk Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:34 WIB
X