Hampir Setiap Jam Bergerak, Mengenal Gerakan Janin pada Trimester Ketiga

Photo Author
Saeful Imam, Smart Parent
- Senin, 14 Oktober 2024 | 16:56 WIB
Di trimester ini, gerakan janin sudah semakin terasa (Pavel Danilyuk/pexels)
Di trimester ini, gerakan janin sudah semakin terasa (Pavel Danilyuk/pexels)

Dalam trimester ketiga, frekuensi gerakan janin yang sehat umumnya adalah sekitar 10 gerakan dalam dua jam.

Ibu hamil sering kali disarankan untuk memantau gerakan janin, terutama pada waktu-waktu tertentu di siang atau malam hari.

Penting untuk dicatat bahwa setiap janin memiliki pola gerakan yang berbeda, sehingga ibu sebaiknya mengenali pola unik janin mereka.

Baca Juga: Media Sosial Mendorong Peningkatan Skrining Kesehatan Jiwa di Indonesia Melalui Eksperimen Sosial

Jika frekuensi gerakan berkurang secara tiba-tiba atau gerakan terasa jauh lebih lemah dari biasanya, ini bisa menjadi tanda peringatan dan ibu harus segera menghubungi tenaga medis.

Kapan Harus Menghubungi Dokter

Mengawasi gerakan janin selama trimester ketiga sangat penting, karena ini bisa menjadi salah satu cara paling sederhana untuk mendeteksi potensi masalah pada janin.

Jika ibu tidak merasakan gerakan janin selama lebih dari dua jam, atau jika gerakan terasa lemah dan tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan.

Penurunan gerakan janin bisa menjadi tanda masalah seperti gangguan aliran darah ke janin atau kurangnya oksigen, sehingga tindakan medis cepat diperlukan untuk memastikan keselamatan janin.

Baca Juga: Kampanye #CekTemanSebelah Ungkap Sosial Media Jadi Kunci, Skrining Kesehatan Jiwa Melonjak 3 Kali Lipat

Tes seperti ultrasonografi (USG) atau kardiotokografi (CTG) mungkin diperlukan untuk memeriksa kondisi janin.

Faktor yang Mempengaruhi Pola Gerakan

Beberapa faktor dapat memengaruhi pola gerakan janin di trimester ketiga. Misalnya, posisi plasenta bisa memengaruhi bagaimana ibu merasakan gerakan janin.

Jika plasenta berada di depan (plasenta anterior), ibu mungkin merasa gerakan lebih lembut.

Selain itu, kondisi kesehatan ibu seperti kadar gula darah atau stres juga dapat memengaruhi aktivitas janin.

Halaman:

Editor: Saeful Imam

Sumber: Journal of Perinatal Research

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mitos dan Fakta Seputar Pola Makan Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:40 WIB

Ini Dia Asupan Buah Terbaik untuk Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:34 WIB
X