Hal ini bisa menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur atau bahkan terhenti sementara.
Stres yang berkepanjangan juga dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai amenore sekunder, di mana menstruasi berhenti selama lebih dari tiga bulan.
Perubahan Berat Badan yang Drastis
Menurut Healthline, kehilangan atau penambahan berat badan secara tiba-tiba dapat memengaruhi kadar hormon dalam tubuh.
Lemak tubuh berperan dalam produksi estrogen, sehingga perubahan berat badan yang signifikan dapat mengganggu ovulasi dan siklus menstruasi.
Baca Juga: Morning Sickness, Apa yang Normal dan Kapan Harus Khawatir?
Gangguan Hormonal
Kondisi seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, yang mengganggu ovulasi dan menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur.
Selain itu, gangguan pada kelenjar tiroid, seperti hipotiroidisme atau hipertiroidisme, juga dapat memengaruhi siklus haid.
Perubahan Gaya Hidup
Aktivitas fisik yang terlalu berat atau perubahan pola tidur yang drastis dapat mengganggu ritme hormonal tubuh.
Wanita yang baru mulai berolahraga intens atau yang sering bergadang mungkin mengalami siklus haid yang tidak teratur.
Baca Juga: Perbedaan Tanda Awal Kehamilan dengan Gejala PMS
Penggunaan Obat atau Alat Kontrasepsi
Beberapa jenis alat kontrasepsi hormonal, seperti pil KB atau IUD, dapat menyebabkan perubahan siklus menstruasi.