SMARTPARENT.ID - Olahraga secara rutin bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental, termasuk menjaga keseimbangan hormon yang penting bagi keteraturan siklus menstruasi.
Namun, olahraga berlebihan justru dapat memberikan efek sebaliknya, terutama pada wanita yang menjalani latihan fisik intens atau atlet profesional.
Dalam beberapa kasus, olahraga yang terlalu berat dan berlangsung dalam jangka panjang dapat menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur atau bahkan terhenti sama sekali.
Baca Juga: Cek Yuk Moms, Apakah Batita Kita Telat Berbicara
1. Dampak Olahraga Intens terhadap Hormon Reproduksi
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa olahraga berlebihan, terutama latihan intens seperti lari maraton, latihan kekuatan, atau latihan interval intensitas tinggi, menyebabkan stres fisik yang cukup besar bagi tubuh.
Stres ini memengaruhi hipotalamus, yaitu bagian otak yang berperan dalam mengatur hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron.
Ketika stres meningkat, tubuh cenderung memprioritaskan pemulihan fisik, yang menyebabkan produksi hormon reproduksi menurun.
Penurunan hormon ini berpotensi mengganggu ovulasi dan membuat siklus menstruasi tidak teratur atau bahkan menyebabkan amenore, yaitu kondisi berhentinya menstruasi sementara.
Baca Juga: Pengaruh Pola Makan dan Nutrisi terhadap Teraturnya Menstruasi
2. Amenore Atletik: Kondisi yang Umum pada Atlet Wanita
Pada atlet wanita atau mereka yang sangat aktif secara fisik, kondisi yang dikenal sebagai "amenore atletik" sering terjadi.
Menurut Mayo Clinic, amenore atletik terjadi akibat ketidakseimbangan antara energi yang dikonsumsi dan energi yang dibakar, sehingga tubuh kekurangan kalori untuk mempertahankan fungsi reproduksi.
Ini menyebabkan rendahnya kadar lemak tubuh dan hormon estrogen, yang diperlukan untuk menjaga siklus menstruasi tetap teratur.