Ketegangan emosi akibat lingkungan baru, tekanan akademik, dan perubahan dalam pertemanan bisa menyebabkan keterlambatan haid.
Ketika tubuh berada dalam keadaan stres, hormon kortisol dapat mengganggu keseimbangan estrogen dan progesteron.
Perubahan Berat Badan dan Pola Makan
Pertumbuhan fisik pada remaja bisa memengaruhi siklus menstruasi.
Menurut NHS, fluktuasi berat badan akibat pola makan yang tidak seimbang atau aktivitas fisik ekstrem dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon estrogen.
Baca Juga: Moms, Yuk Ajari Anak Melepas Baju
Misalnya, penurunan berat badan secara drastis bisa mengurangi produksi hormon estrogen, sedangkan kenaikan berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan hormon estrogen yang justru mengganggu siklus ovulasi.
Aktivitas Fisik Berlebihan
Aktivitas fisik yang intens atau olahraga berat juga bisa berpengaruh.
Cleveland Clinic menyebutkan bahwa remaja yang berolahraga secara intens, seperti atlet muda, berpotensi mengalami gangguan menstruasi akibat penurunan kadar lemak tubuh yang dibutuhkan untuk keseimbangan hormon reproduksi.
Pengaruh Penyakit atau Kondisi Kesehatan Lainnya
Terkadang, ketidakteraturan siklus haid pada remaja juga bisa menjadi gejala dari kondisi kesehatan yang mendasari seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau masalah tiroid.
Baca Juga: Usia 2 Tahun Sudah Bisa Buka Baju Sendiri? Itu Bagus Moms
Cleveland Clinic menekankan bahwa meskipun ini jarang terjadi pada remaja, faktor ini tidak boleh diabaikan terutama jika ada gejala lain seperti jerawat berlebih, pertumbuhan rambut berlebih, atau kenaikan berat badan yang sulit dikendalikan.
Apakah Telat Haid pada Remaja Perlu Dikhawatirkan?