Dalam trimester ketiga, frekuensi gerakan janin yang sehat umumnya adalah sekitar 10 gerakan dalam dua jam.
Ibu hamil sering kali disarankan untuk memantau gerakan janin, terutama pada waktu-waktu tertentu di siang atau malam hari.
Penting untuk dicatat bahwa setiap janin memiliki pola gerakan yang berbeda, sehingga ibu sebaiknya mengenali pola unik janin mereka.
Baca Juga: Media Sosial Mendorong Peningkatan Skrining Kesehatan Jiwa di Indonesia Melalui Eksperimen Sosial
Jika frekuensi gerakan berkurang secara tiba-tiba atau gerakan terasa jauh lebih lemah dari biasanya, ini bisa menjadi tanda peringatan dan ibu harus segera menghubungi tenaga medis.
Kapan Harus Menghubungi Dokter
Mengawasi gerakan janin selama trimester ketiga sangat penting, karena ini bisa menjadi salah satu cara paling sederhana untuk mendeteksi potensi masalah pada janin.
Jika ibu tidak merasakan gerakan janin selama lebih dari dua jam, atau jika gerakan terasa lemah dan tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan.
Penurunan gerakan janin bisa menjadi tanda masalah seperti gangguan aliran darah ke janin atau kurangnya oksigen, sehingga tindakan medis cepat diperlukan untuk memastikan keselamatan janin.
Tes seperti ultrasonografi (USG) atau kardiotokografi (CTG) mungkin diperlukan untuk memeriksa kondisi janin.
Faktor yang Mempengaruhi Pola Gerakan
Beberapa faktor dapat memengaruhi pola gerakan janin di trimester ketiga. Misalnya, posisi plasenta bisa memengaruhi bagaimana ibu merasakan gerakan janin.
Jika plasenta berada di depan (plasenta anterior), ibu mungkin merasa gerakan lebih lembut.
Selain itu, kondisi kesehatan ibu seperti kadar gula darah atau stres juga dapat memengaruhi aktivitas janin.