Pada minggu ke-16 hingga ke-25, ibu biasanya mulai merasakan gerakan pertama janin yang disebut "quickening."
Bagi ibu yang pertama kali hamil, gerakan ini mungkin baru terasa setelah minggu ke-20, sedangkan bagi yang pernah hamil sebelumnya, quickening bisa terjadi lebih awal.
Gerakan pada trimester kedua bisa berupa tendangan lembut, getaran, atau desiran halus yang menyerupai gerakan gas di perut.
Pada tahap ini, janin sudah memiliki kemampuan untuk menggerakkan tungkai, memutar tubuh, dan bahkan menyentuh wajahnya sendiri.
Baca Juga: Disleksia pada Anak: Penyebab dan Solusi untuk Mengatasinya
Sistem saraf janin sedang dalam fase penting perkembangan, dan otak mulai mengoordinasikan gerakan motorik.
Aktivitas gerakan janin juga lebih sering terjadi saat ibu sedang beristirahat atau tidur, karena gerakan tubuh ibu saat beraktivitas dapat menenangkan bayi.
Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, gerakan janin akan semakin terasa.
Tendangan, pukulan, dan bahkan gerakan memutar tubuh akan mulai dirasakan lebih kuat dan konsisten.
Posisi plasenta dapat mempengaruhi seberapa cepat ibu merasakan gerakan janin. Jika plasenta terletak di depan (plasenta anterior), gerakan janin bisa terasa lebih lambat atau kurang intens karena plasenta menahan sebagian besar getaran.
Trimester Ketiga (Minggu 27-40)
Pada trimester ketiga, janin sudah tumbuh dengan sangat pesat, mencapai ukuran hampir penuh menjelang persalinan. Ruang dalam rahim semakin berkurang, dan bayi lebih sedikit bergerak dibandingkan dengan trimester kedua.
Namun, gerakan yang dirasakan ibu pada tahap ini cenderung lebih kuat dan lebih nyata, kadang-kadang menimbulkan ketidaknyamanan.
Pada minggu-minggu akhir kehamilan, bayi mulai bergerak lebih lambat karena keterbatasan ruang, tetapi gerakan yang terasa lebih besar dan jelas, seperti tendangan keras atau dorongan kuat, dapat dirasakan di berbagai bagian perut ibu.