Kontak dekat mencakup kontak kulit-ke-kulit (seperti sentuhan atau seks) dan kontak mulut-ke-mulut atau mulut-ke-kulit (seperti berciuman), dan dapat juga mencakup tatap muka dengan seseorang yang mengidap mpox.
(seperti berbicara atau bernapas berdekatan satu sama lain, yang dapat menghasilkan partikel pernapasan yang menular).
Orang dengan banyak pasangan seksual berisiko lebih tinggi tertular mpox.
Baca Juga: Status Darurat Global Cacar Monyet Mpox, Begini SIkap WHO dan Respons di Indonesia
Orang juga dapat tertular mpox dari benda-benda yang terkontaminasi seperti pakaian atau linen, melalui luka akibat jarum suntik di layanan kesehatan, atau di lingkungan masyarakat seperti salon tato.
Selama kehamilan atau kelahiran, virus ini dapat ditularkan ke bayi.
Tertular mpox selama kehamilan dapat berbahaya bagi janin atau bayi baru lahir dan dapat menyebabkan keguguran, lahir mati, kematian bayi baru lahir, atau komplikasi bagi orang tua.
Penularan mpox dari hewan ke manusia terjadi dari hewan yang terinfeksi ke manusia melalui gigitan atau cakaran, atau selama aktivitas seperti berburu, menguliti, menjebak, memasak, bermain dengan bangkai, atau memakan hewan .
Baca Juga: Status Darurat Global Cacar Monyet Mpox, Begini SIkap WHO dan Respons di Indonesia
Hewan yang menjadi sumber virus cacar monyet masih belum diketahui dan penelitian lebih lanjut masih dilakukan.
Diperlukan lebih banyak penelitian tentang bagaimana mpox menyebar selama wabah di berbagai tempat dan kondisi yang berbeda.