SMARTPARENT.ID - Hamil di usia 40 tahun biasanya punya tantangan, salah satunya kemungkinan janin mengalami down syndrome.
Tes genetik dianjurkan untuk semua wanita hamil, tetapi di usia 40-an, pemeriksaan genetik menjadi lebih penting.
Ini karena usia ibu adalah salah satu faktor risiko utama terjadinya sindrom Down.
Seorang wanita berusia 25 tahun memiliki peluang 1 dari 1.200 untuk memiliki bayi dengan sindrom Down;
pada usia 40 tahun, risikonya meningkat menjadi 1 dari 100, menurut National Down Syndrome Society.
Angka tersebut melonjak menjadi 1 dari 10 pada usia 49 tahun.
Baca Juga: Hamil di Usia 40 Tahun ke Atas? Perhatikan 3 Faktor Penting
Pemeriksaan genetik akan ditawarkan selama janji perawatan prenatal.
Hasil tes diberikan untuk memberi tahu Ibu kemungkinan bayi dilahirkan dengan masalah genetik dibandingkan dengan usia Ibu.
Misalnya, hasil skrining mungkin menyatakan bahwa risiko Ibu memiliki anak dengan sindrom Down adalah 1 berbanding 200.
Hal ini dianggap sebagai hasil "negatif" karena risiko aktual Ibu lebih rendah daripada risiko statistik untuk usia 40 tahun (1 dalam 100).
Jika hasil tes menunjukkan bahwa Ibu memiliki peluang 1 dari 80 untuk memiliki bayi dengan sindrom Down, ini dianggap sebagai hasil "positif".
Artinya, risiko Ibu melahirkan bayi dengan sindrom Down lebih tinggi dibandingkan risiko statistik.
Baca Juga: Kiat Hamil Sehat di Usia 40 Tahun ke Atas Seperti yang Sedang Dijalani Syahrini