SMARTPARENT.ID - Dalam banyak kasus, tidak jelas mengapa seorang wanita mengalami kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan.
Kadang-kadang hal ini terjadi ketika ada masalah pada saluran tuba, seperti saluran tuba yang menyempit atau tersumbat.
Berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko kehamilan ektopik:
Penyakit Radang Panggul (PID): Peradangan pada sistem reproduksi wanita, biasanya disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS).
Baca Juga: Apa itu Hamil di Luar Kandungan? Ini Jawaban Lengkapnya
Kehamilan Ektopik Sebelumnya: Risiko mengalami kehamilan ektopik lagi adalah sekitar 10%.
Operasi Sebelumnya pada Saluran Tuba: Seperti prosedur sterilisasi wanita yang gagal.
Perawatan Kesuburan: Seperti IVF, minum obat untuk merangsang ovulasi (pelepasan sel telur) dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik.
Hamil Saat Menggunakan Alat Kontrasepsi (IUD atau IUS): Jarang terjadi kehamilan saat menggunakan alat ini, namun jika terjadi, kemungkinan besar adalah kehamilan ektopik.
Baca Juga: Agar Persalinan Ibu Hamil di Atas Usia 40 Tahun Lancar
Merokok
Bertambahnya Usia: Risiko tertinggi terjadi pada wanita hamil berusia di atas 35 tahun.
Ibu tidak selalu dapat mencegah kehamilan ektopik, namun dapat mengurangi risikonya dengan menggunakan kondom saat tidak sedang mencoba memiliki bayi untuk melindungi diri dari infeksi menular seksual (IMS), dan dengan berhenti merokok jika merokok.
Baca Juga: Janin dari Ibu yang Hamil di atas Usia 40 Tahun Rawan Terkena Down Syndrome?
Artikel Terkait
Hamil di Usia 40 Tahun ke Atas? Perhatikan 3 Faktor Penting
Tetap Tenang, Risiko Hamil di Usia 40 Tahun ke Atas Bisa Dicegah dengan Cara ini
Janin dari Ibu yang Hamil di atas Usia 40 Tahun Rawan Terkena Down Syndrome?
Agar Persalinan Ibu Hamil di Atas Usia 40 Tahun Lancar
Apa itu Hamil di Luar Kandungan? Ini Jawaban Lengkapnya