SMARTPARENT.ID - Hamil di luar kandungan. Nama lainnya kehamilan ektopik, terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim, biasanya di salah satu saluran tuba.
Saluran tuba adalah saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim.
Jika sel telur tersangkut di sana, ia tidak akan berkembang menjadi bayi dan kesehatan Ibu mungkin berisiko jika kehamilan berlanjut.
Sayangnya, kehamilan ektopik tidak bisa diselamatkan dan biasanya harus diakhiri dengan obat atau operasi.
Di Inggris, sekitar 1 dari setiap 90 kehamilan adalah kehamilan ektopik. Ini berarti sekitar 11.000 kehamilan per tahun.
Baca Juga: Tidak Hanya Kopi, Kafein Juga Terdapat Pada Cokelat dan Minuman Bersoda
Gejala Kehamilan Ektopik
Kehamilan ektopik tidak selalu menimbulkan gejala dan hanya dapat dideteksi saat pemeriksaan kehamilan rutin.
Jika ada gejala, biasanya muncul antara minggu ke-4 dan ke-12 kehamilan. Gejalanya bisa berupa:
- Telat haid dan tanda-tanda kehamilan lainnya
- Sakit perut bagian bawah di satu sisi
- Pendarahan vagina atau keputihan encer berwarna coklat
- Nyeri di ujung bahu
- Ketidaknyamanan saat buang air kecil atau besar
Namun, gejala-gejala ini belum tentu menandakan masalah serius. Kadang-kadang bisa disebabkan oleh masalah lain, seperti sakit perut.
Kapan Harus Konsultasi dengan dokter?
Hubungi dokter atau layanan kesehatan jika Ibu mengalami kombinasi gejala di atas dan mungkin hamil, meskipun hasil tes kehamilan belum positif.
Kehamilan ektopik bisa berakibat serius, jadi penting untuk segera mendapatkan nasihat medis.
Artikel Terkait
Penantian Panjang Berbuah Manis, Syahrini Hamil 7 Bulan yang Disambut Bahagia Reino Barack
Kiat Hamil Sehat di Usia 40 Tahun ke Atas Seperti yang Sedang Dijalani Syahrini
Hamil di Usia 40 Tahun ke Atas? Perhatikan 3 Faktor Penting
Tetap Tenang, Risiko Hamil di Usia 40 Tahun ke Atas Bisa Dicegah dengan Cara ini
Janin dari Ibu yang Hamil di atas Usia 40 Tahun Rawan Terkena Down Syndrome?
Agar Persalinan Ibu Hamil di Atas Usia 40 Tahun Lancar