Cara Komunikasi yang Efektif dengan Pasangan Saat Menjelang Kelahiran: Kunci Harmoni Jelang Babak Baru

Photo Author
Hilman Hilmansyah, Smart Parent
- Jumat, 25 Juli 2025 | 03:47 WIB
Menjelang kelahiran anak, emosi dan tekanan bisa meningkat. Tapi dengan komunikasi yang jujur, terbuka, dan penuh empati, kamu dan pasangan bisa melalui masa ini sebagai tim yang solid. (rawpixel/freepik)
Menjelang kelahiran anak, emosi dan tekanan bisa meningkat. Tapi dengan komunikasi yang jujur, terbuka, dan penuh empati, kamu dan pasangan bisa melalui masa ini sebagai tim yang solid. (rawpixel/freepik)
  1. Jangan Berasumsi, Tapi Tanyakan Langsung

Kadang kita merasa pasangan harusnya “paham sendiri.” Padahal belum tentu. Misalnya kamu ingin ditemani saat periksa ke dokter, jangan berharap dia menebak. Katakan langsung:

“Aku pengin kamu ikut ke dokter minggu depan. Bisa, nggak?”

Komunikasi yang sehat itu jelas dan tidak menuntut tanpa dasar.

  1. Bicarakan Hal Teknis dengan Tenang

Jelang kelahiran, banyak hal teknis yang harus disiapkan: rumah sakit, transportasi, biaya, cuti kerja, dll. Diskusikan semua ini dengan kepala dingin, bukan sambil emosi atau terburu-buru. Buat daftar prioritas bersama, dan bagi tugas secara adil.

 

Baca Juga: Tanda Anak Mengalami Speech Delay: Kenali Sejak Dini Agar Tidak Terlambat Ditangani

  1. Validasi Perasaan Pasangan

Kadang yang dibutuhkan pasangan bukan solusi, tapi didengarkan. Jika pasangan mengungkapkan kekhawatiran atau rasa lelahnya, jangan langsung menghakimi. Katakan misalnya:

“Wajar banget kamu merasa seperti itu. Kita cari jalan keluarnya bareng, ya.”

Dengan validasi, pasangan akan merasa dimengerti dan didukung.

  1. Gunakan Sentuhan dan Bahasa Tubuh Positif

Komunikasi bukan cuma soal kata-kata. Pelukan, genggaman tangan, atau senyum hangat bisa menguatkan hubungan emosional kalian. Apalagi di masa kehamilan yang penuh gejolak perasaan.

  1. Saling Mengingatkan Tanpa Menyudutkan

Kalau ada hal yang menurutmu perlu dikoreksi, sampaikan dengan cara yang tidak menyudutkan. Misalnya:

“Aku tahu kamu capek kerja, tapi aku juga perlu kamu bantu sedikit di rumah. Bisa kita bagi tugas supaya sama-sama enak?”

Nada bicara, ekspresi, dan waktu menyampaikan juga sangat memengaruhi bagaimana pasangan menerimanya.

 Baca Juga: 7 Permainan Sederhana untuk Bayi: Seru, Edukatif, dan Bikin Bonding Makin Dekat!

Bonus: Topik yang Perlu Didiskusikan Menjelang Kelahiran

Halaman:

Editor: Hilman Hilmansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

Mitos dan Fakta Seputar Pola Makan Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:40 WIB

Ini Dia Asupan Buah Terbaik untuk Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:34 WIB

Terpopuler

X