Muntah
Seperti pada bayi baru lahir, muntah yang berulang dapat menyebabkan dehidrasi. Muntah mengeluarkan cairan dan elektrolit penting dari tubuh, dan jika anak tidak bisa mempertahankan cairan yang masuk, dehidrasi akan terjadi dengan cepat.
Berkeringat:
Aktivitas fisik yang berlebihan atau berada di lingkungan yang panas dapat menyebabkan bayi dan balita berkeringat berlebihan.
Ini dapat menyebabkan kehilangan cairan yang tidak tergantikan jika anak tidak minum cukup cairan.
Baca Juga: Racikan Sempurna dengan Rasa Juara, Temukan Rasio Kopi dan Air yang Ideal untuk Kamu
Demam
Demam meningkatkan kebutuhan cairan tubuh, karena suhu yang lebih tinggi menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui kulit dan pernapasan.
Jika demam berlangsung lama dan tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, dehidrasi bisa terjadi.
Kepanasan
Bayi dan balita lebih rentan terhadap kondisi panas karena mereka belum mampu mengatur suhu tubuh mereka seefektif orang dewasa.
Baca Juga: Si Kecil suka Membeo? Kenapa Ya?
Paparan panas yang berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi karena tubuh mereka kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat.
Artikel Terkait
Pentingnya Kalsium dan Vitamin D untuk Pertumbuhan Tulang Bayi
Nutrisi untuk Bayi di Masa Transisi, Dari Makanan Lembut ke Padat
Pentingnya Lemak Sehat untuk Pertumbuhan Bayi yang Optimal
'Muntah-muntah dan Diare'! Ayu Ting Ting Ungkap Kronologi Tewasnya Sang Keponakan yang Masih Bayi Usai Divaksin
Tewaskan Keponakan Ayu Ting Ting, Kenali 6 Bahaya Dehidrasi pada Bayi dan Ketahui Cara Mencegahnya