Ini bisa disebabkan oleh masalah anatomi, seperti lidah yang pendek (tongue-tie), atau sekadar belum terbiasa.
Ketidakmampuan untuk mengisap dengan baik dapat mengurangi jumlah susu yang diminum, yang akhirnya bisa menyebabkan dehidrasi.
Meludah atau Muntah Terlalu Banyak
Meludah dan muntah adalah hal yang umum pada bayi baru lahir, tetapi jika terjadi secara berlebihan, ini bisa menyebabkan kehilangan cairan yang signifikan.
Bayi yang sering muntah setelah menyusui mungkin tidak dapat mempertahankan cukup cairan dalam tubuhnya, yang meningkatkan risiko dehidrasi.
Ketidakseimbangan Air dan Garam dalam ASI
Meskipun jarang, ASI yang tidak memiliki keseimbangan air dan garam yang tepat bisa menyebabkan dehidrasi pada bayi baru lahir.
Ini biasanya terjadi jika ASI terlalu encer atau terlalu pekat, sehingga tidak memberikan keseimbangan elektrolit yang diperlukan oleh bayi.
Penyebab Dehidrasi pada Bayi dan Balita
Pada bayi yang lebih tua dan balita, penyebab dehidrasi cenderung lebih umum dan sering berkaitan dengan penyakit atau kondisi lingkungan.
Baca Juga: Cacar Monyet Jadi Ancaman Global, Waspadai Risiko Tinggi untuk Anak dan Kelompok Rentan
Berikut adalah penjelasan lebih detail:
Diare
Diare adalah penyebab umum dehidrasi pada bayi dan balita. Kehilangan cairan melalui tinja yang cair dapat dengan cepat menyebabkan kekurangan cairan dalam tubuh, terutama jika diare berlangsung selama beberapa hari.
Artikel Terkait
Pentingnya Kalsium dan Vitamin D untuk Pertumbuhan Tulang Bayi
Nutrisi untuk Bayi di Masa Transisi, Dari Makanan Lembut ke Padat
Pentingnya Lemak Sehat untuk Pertumbuhan Bayi yang Optimal
'Muntah-muntah dan Diare'! Ayu Ting Ting Ungkap Kronologi Tewasnya Sang Keponakan yang Masih Bayi Usai Divaksin
Tewaskan Keponakan Ayu Ting Ting, Kenali 6 Bahaya Dehidrasi pada Bayi dan Ketahui Cara Mencegahnya