Kisah Anak Bernama Fattan yang Sembuh dari Mara Minus 4 Tanpa Operasi

Photo Author
Saeful Imam, Smart Parent
- Minggu, 20 Juli 2025 | 07:48 WIB
Fattan sembuh dari mata minus dengan ortho k (saeful imam)
Fattan sembuh dari mata minus dengan ortho k (saeful imam)

SMARTPARENT.ID - Bagi Fattan, anak laki-laki berusia 10 tahun, kacamata bukan hanya alat bantu penglihatan, tapi juga sering kali jadi penghambat mimpi.

Di usianya yang masih belia, Fattan bukan hanya pelajar di sekolah alam yang penuh aktivitas luar ruang, tapi juga sedang serius menekuni dua cabang olahraga sekaligus: taekwondo dan panahan.

Namun, dengan minus -4.00 dan silinder 0.75, dunia yang ia lihat terasa buram.

Baca Juga: Tanda Anak Mengalami Speech Delay: Kenali Sejak Dini Agar Tidak Terlambat Ditangani

Bahkan lebih dari itu, regulasi pertandingan taekwondo melarang penggunaan kacamata, membuatnya harus bertanding dengan keterbatasan penglihatan.

Saat berenang bersama teman-temannya di sekolah, ia juga sering tertinggal karena penglihatan yang tidak optimal.

Sampai akhirnya, sang ayah menemukan solusi dari Instagram: terapi Ortho-K di VIO Optical

Clinic. Awalnya ragu, karena terdengar mustahil, bagaimana mungkin lensa dipakai saat tidur bisa memperbaiki minus di siang hari? Tapi setelah pemeriksaan menyeluruh dan konsultasi dengan dokter mata di VIO, rasa ragu berubah jadi harapan.

Kini, setelah 9 bulan menjalani terapi Ortho-K, Fattan tidak hanya bisa melihat dengan jelas tanpa kacamata, tapi juga siap bertanding, belajar, dan bermain tanpa batas.

Baca Juga: 7 Permainan Sederhana untuk Bayi: Seru, Edukatif, dan Bikin Bonding Makin Dekat!

Pemeriksaan terakhir menunjukkan minus-nya sudah menjadi 0, dengan silinder tersisa hanya 0.5, hasil yang tidak hanya membuat keluarga Fattan terharu, tapi juga membuktikan bahwa solusi penglihatan terbaik bisa dimulai sejak dini, tanpa harus menunggu usia cukup untuk operasi LASIK.

Berdasarkan data pemeriksaan VIO Optical Clinic yang telah dipublikasikan di BCLA (British Contact Lens Association), 92,38% pasien dengan kondisi myopia rendah berhasil menahan laju pertambahan minusnya menggunakan lensa malam Ortho-K.

Sebaliknya, pada pasien dengan myopia tinggi, persentase keberhasilannya hanya sebesar 18%.

Artinya, deteksi dini jauh lebih efektif daripada menunggu minus anak semakin tinggi.

Halaman:

Editor: Saeful Imam

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB
X