Benarkah Bayi Menangis Memiliki Makna dan Orang Tua Perlu Memahaminya?

Photo Author
Agnia Qurota Ayun, Smart Parent
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:07 WIB
Ilustrasi bayi menangis (Magnific/pch.vector)
Ilustrasi bayi menangis (Magnific/pch.vector)

GARUT, SMARTPARENT.IDMenangis adalah cara utama bayi dalam berkomunikasi, terutama di awal-awal bulan.

Karena belum bisa berbicara, bayi menggunakan tangisan untuk menyampaikan kebutuhan, rasa tidak nyaman, hingga emosinya.

Dan setiap tangisan bayi itu memiliki makna tertentu yang dapat dipahami oleh orang tua melalui pola, nada dan situasi saat bayi menangis.

Baca Juga: PT Kalventis Sinergi Farma Perkuat Perlindungan Keluarga Lewat Edukasi Vaksin Dewasa dan EV71 HFMD

Mengapa Bayi Menangis?

Menurut American Academy of Pediatrics, menangis merupakan perilaku normal pada bayi.

Bahkan, bayi baru lahir dapat menangis selama 1–3 jam setiap hari.

Dengan menangis, bayi dapat terbantu untuk mendapatkan perhatian dan memenuhi kebutuhan dasarnya.

Baca Juga: Kulit Cerah dan Awet Muda Dimulai dari Pola Makan, Ini Nutrisi yang Dibutuhkan Kulit

Dokter anak juga menjelaskan bahwa bayi tidak menangis “tanpa alasan”. Biasanya ada kebutuhan fisik atau emosional yang sedang dirasakan.

Arti Tangisan Bayi

1. Lapar

Menangis karena lapar biasanya dimulai dengan perlahan, lalu semakin keras jika tidak segera ditanggapi. Bayi juga sering menunjukkan tanda lain seperti:

- Mengisap jari
- Membuka mulut
- Menggerakkan kepala ke kanan dan kiri

Baca Juga: Dugaan Kekerasan yang Libatkan Selebgram Woodyrman di Blok M Jaksel, Korban Dipukul hingga Tewas

Dan menangis karena lapar ini sebaiknya dikenali sebelum bayi terlalu panik agar proses menyusui lebih mudah.

2. Popok basah atau tidak nyaman

Bayi memiliki kulit yang sangat sensitif. Sehingga popok basah, pakaian terlalu panas, dingin, atau posisi tidur yang tidak nyaman dapat membuat bayi menangis.

Tangisan ini biasanya terdengar pendek-pendek dan berhenti setelah sumber ketidaknyamanan diatasi.

Baca Juga: Gunakan Website Cambridge Dictionary Jika Anda Ingin Belajar Bahasa Inggris dari Sumbernya

3. Mengantuk

Sebagian bayi justru menangis ketika lelah dan ingin tidur. Karena bayi yang terlalu lelah akan lebih sulit tertidur sehingga semakin sering menangis.

Tanda lainnya meliputi:

- Mengucek mata
- Menarik telinga
- Tatapan kosong
- Menguap berulang kali

4. Ingin perhatian dan rasa aman

Psikolog perkembangan anak menjelaskan bahwa bayi membutuhkan kedekatan emosional dengan orang tuanya.

Baca Juga: Truk Tronton Muatan Mill Terguling di Jalan Jogja-Wonosari, Pengaruhi Jarak Pandang Pengendara karena Debu Putihnya

Saat digendong, mendengar suara ibu, ayah, atau dipeluk, bayi akan merasa lebih aman.

Karena itu, menangis bukan berarti bayi “manja”, melainkan bagian dari kebutuhan emosional yang sehat.

5. Sakit

Menangis karena sakit biasanya terdengar lebih keras, tajam, atau berbeda dari biasanya.

Baca Juga: Catin Korban WO Marwah Ungkap Kekecewaan, Rumah Owner Sudah Kosong 2 Bulan

Bayi juga mungkin sulit ditenangkan meski sudah digendong atau diberi susu.

Orang tua perlu waspada jika tangisan disertai:

- Demam
- Muntah
- Sulit bernapas
- Tubuh lemas
- Tidak mau menyusu

Jika tanda tersebut muncul, segera konsultasikan ke dokter.

Pentingnya Orang Tua Memahami Tangisan Bayi

Baca Juga: Seberapa Besar Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Karakter Anak?

Respons cepat dan penuh perhatian terhadap tangisan bayi dapat membantu membangun rasa aman dan ikatan emosional yang kuat.

Halaman:

Editor: Agnia Qurota Ayun

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB

Terpopuler

X