SMARTPARENT.ID Di usia 1-3 tahun anak sudah bisa mengalami mimpi buruk. Hal ini terkait dengan pola pikir anak yang sudah mulai berkembang, dia sudah mulai bisa berinteraksi lebih dalam dengan lingkungan sekitar sehingga ketika tidur pengalaman yang didapatnya bisa terbawa sampai mimpi. Makanya jangan heran bila sesekali kita menemukan anak yang tiba-tiba menjerit dan menangis saat sedang tidur. Berdasarkan penelitian, mimpi buruk lebih sering terjadi pada anak lelaki dibandingkan perempuan. Selanjutnya akan menghilang di usia 6 tahun.
Baca Juga: Ini Lo Moms, Tips Supaya Anak Mau Ikut Mengerjakan Pekerjaan Rumah
Nightmare dan Night Error
Di dalam psikologi perkembangan, ada dua macam mimpi buruk. Pertama nightmare yaitu mimpi yang betul-betul buruk. Namun biasanya nightmare lebih sering dialami oleh anak usia lima tahun ke atas dan orang dewasa. Nigthmare ini pun dan biasanya terjadi menjelang pagi atau saat tidur akan berakhir. Karena sifatnya yang sangat buruk, biasanya anak akan mengingat mimpi tersebut dan takut hingga berhari-hari. Hal ini akan membuat anak takut tidur, takut tidur sendirian, karena bayangan mimpi buruknya itu.
Kedua night terror. Batita lebih sering mengalami mimpi buruk jenis ini. Biasanya muncul ketika anak baru tidur, sekitar 1 atau 2 jam. Secara tiba-tiba anak terbangun kaget, berteriak, dan terlihat panik. Namun biasanya hal ini akan segera reda ketika melihat ibu atau ayahnya ada di sisinya atau datang dan menenangkannya. Umumnya, anak akan bisa kembali tidur dan dia merasa seperti tak terjadi apa-apa. Setelah bangun tidur dia akan lupa dengan mimpinya itu karena akan cepat hilang.
Baca Juga: Si Kecil Ingin Membantu Pekerjaan Rumah? Jangan Dilarang
Ini Penyebab Terjadinya Mimpi Buruk
Kenapa anak mengalami mimpi buruk? Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab.
- Anak Mengalami Kekenyangan
Terlalu banyak makan akan membuat kerja lambung menjadi lebih keras. Apabila perut terlalu kenyang kemudian tidur, hal ini akan membuat tidur anak tidak nyaman karena lambung masih terus bekerja keras untuk mencerna makanan. Mungkin saja hal ini akan memicu anak untuk mimpi buruk atau mimpi-mimpi yang tidak enak.
- Pengalaman Insidentil Sebelum Tidur
Penyebabnya bisa sangat insidentil, yakni anak melihat atau mengalami kejadian-kejadian sebelum tidur yang sebenarnya sangat alami. Hal-hal yang pernah dialami anak, terutama yang tidak mengenakkan, bisa berujung kepada mimpi buruk. Mungkin saja sebelum tidur anak menyaksikan film horor, melihat badut di depan rumah, bertengkar dengan temannya, dimarahi orang tuanya, atau melihat pertengkaran antara ayah dan ibunya. Bila hal itu membekas di dalam pikirannya mungkin saja akan berujung kepada mimpi buruk.
- Terlalu Senang
Seharian anak terus menerus bermain dengan riangnya. Seringkali dalam aktivitasnya itu dia tertawa, begitu excited dengan kegiatannya. Secara psikologis, hal ini bisa memicu timbulnya mimpi-mimpi buruk saat tidur malam. Tak heran bila para orang tua sering melarang anaknya untuk tidak terlalu bergembira karena khawatir malamnya dia tidak bisa tidur karena mimpi buruk.