Si Kecil Ingin Membantu Pekerjaan Rumah? Jangan Dilarang

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Rabu, 23 Oktober 2024 | 22:18 WIB
Anak Membantu Menyapu Lantai (KATRIN BOLOVTSOVA/Pexels)
Anak Membantu Menyapu Lantai (KATRIN BOLOVTSOVA/Pexels)

SMARTPARENT.ID Ketika sedang menyapu di teras rumah, tiba-tiba balita kita menghampiri. “Ma, aku bantuin nyapu ya?” pintanya dan langsung menyapu dengan sapu yang ia bawa. Ini adalah salah satunya, sebab tak hanya menyapu, saat melakukan aktivitas lain seperti memasak, membereskan tempat tidur, memotong kue, mencuci piring, anak pun sering ingin membantu. “Biar aku aja yang beresin tempat tidurnya!” misalnya. Atau “aku yang potong kuenya ya!” dan sebagainya.

Baca Juga: Anak Terlambat Bicara: Apa Penyebabnya dan Perbedaannya dengan Autisme  

Moms Harus Merespon dengan Bijak

Kemampuan motorik anak usia 3-5 tahun semakin meningkat. Sudah lebih banyak hal yang bisa ia kerjakan seperti menyapu, membereskan mainan, membereskan tempat tidur, menyiram tanaman, dan sebagainya. Ia pun sudah memahami bahwa ia bisa melakukan sesuatu sehingga tak heran jika di saat-saat tertentu ia menunjukkan keinginan membantu.

Meski kemampuannya belum sempurna namun kita perlu apresiasi dan hargai kemudian stimulasi sehingga kemampuannya semakin meningkat.  Misalnya anak ingin membantu pekerjaan yang sedang kita lakukan, responlah dengan bijak. “Adek mau bantu Mama nyapu, yuk sini!” misalnya. Lalu bimbing ia melakukannya secara perlahan. Dengan begitu anak akan merasa dihargai sehingga ia akan lebih semangat menggunakan kemampuan motoriknya untuk melakukan sesuatu. Sebaliknya, jika kita melarang mungkin ia merasa tidak dihargai, disayang, dan pastinya kemampuan motoriknya tak tertimulasi.  

Tetapi Moms perlu menyesuaikan antara kemampuan anak dengan pekerjaan yang diinginkannya. Misalnya, anak ingin membantu menyuci pakaian padahal ia belum bisa melakukannya. Pilihkan pekerjaan yang cocok untuknya, seperti memilah baju kotor yang warnanya berbeda dan ditempatkan di ember atau wadah. Sebaiknya tidak membiarkannya menyolekkan sabun ke baju, mengucek pakaian, mencelup, dan seterusnya.

Baca Juga: Cara Mengenalkan Huruf Abjad kepada Anak: Panduan Lengkap

Manfaatnya Banyak Lo, Moms

Banyak manfaat yang bisa didapat anak dari aktivitas membantu kita melakukan pekerjaan :

  • Merasa Dihargai Keberadaan dan Kemampuannya

Kenapa anak menawarkan diri untuk membantu? Sebab ia merasa sudah mampu melakukan apa yang sedang kita kerjakan. Perasaan ini perlu kita hargai meski mungkin kita berpendapat anak belum mampu melakukannya, menyapu dengan bersih misalnya. Dengan begitu anak merasa dihargai keberadaan dan kemampuannya sehingga ia semakin percaya diri. Di lain waktu ia pun mau berinisiatif membantu pekerjaan kita lagi. Hal ini sangat positif karena kemampuannya akan terus distimulasi tanpa paksaan.  

  • Motoriknya Terstimulasi

Ketika membantu Mama, banyak gerakan yang dilakukan anak. Menyapu misalnya, ia harus memegang sapu, menggerakkannya, menahannya supaya tidak lepas, menggeser tubuhnya, dan lainnya. Gerakan-gerakan ini juga sangat baik untuk menstimulasi kemampuan mengoordinasi anak yang saat ini masih belum berkembang dengan baik. Misalnya, ia harus mengoordinasi antara gerakan tangan dengan kaki, tangan dengan mata, kaki dengan mata, dan lainnya. Nah, jika ia menawarkan bantuan kepada kita jangan pernah melarangnya.   

Baca Juga: Mengapa Anak-Anak Berbohong dan Cara Menghadapinya

  • Melatih Kemandirian dan Tanggung Jawab

Sangat penting menstimulasi kemandirian dan rasa tanggung jawab anak sejak dini. Salah satu caranya, ajaklah anak melakukan pekerjaan-pekerjaan di rumah. Ketika ia menumpahkan sup ke lantai misalnya, ajak anak membersihkan bersama-sama. Tunjukkan bagaimana caranya dan bimbing anak melakukannya. Lakukan pula terhadap hal lain, membereskan mainan, menyiram tanaman, memotong kue, sehingga kemandirian dan rasa tanggung jawab anak semakin terlatih.  

  • Disiplin Meningkat

Tawaran anak untuk membantu pun bisa menstimulasi kedisiplinan anak. Misalnya, setiap sehabis makan Mama mencuci piring. Jika kita memberi kesempatan anak ikut melakukannya maka kedisiplinannya bisa terlatih sejak dini. Tentu kita perlu membiasakan anak untuk melakukan aktivitas lain yang dapat membuatnya semakin disiplin seperti membereskan mainan seusai bermain, meletakkan sandal/sepatu di raknya, membereskan tempat tidur, meletakkan piring kotor di tempat cuci piring, membuang sampah di tempat sampah, dan lainnya.

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Bagaimana Mengajarkan Empati pada Anak Balita?

Kamis, 12 Juni 2025 | 20:40 WIB

Moms, Aku Mau Videocall Ayah!

Rabu, 26 Februari 2025 | 07:56 WIB

Ketika Anak Tak Mau Pakai Baju, Bolehkah Kita Memaksa?

Selasa, 25 Februari 2025 | 21:18 WIB

Jangan Mengancam Anak Tetapi Berikan Ia Penjelasan

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:51 WIB

Moms, Jangan Pernah Mengancam Anak, Ya!

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:41 WIB

Biarkan Anak Corat-coret, Disitu Tumbuh Kreativitas

Senin, 24 Februari 2025 | 17:06 WIB

Moms, Perlu Lo Sesekali Anak Dibebaskan Bermain

Senin, 24 Februari 2025 | 15:52 WIB

Bila Anak Suka Tak Sopan, Ini Cara Mengatasinya

Sabtu, 22 Februari 2025 | 21:14 WIB

Ini Manfaat Buat Anak Saat Belajar di Meja Makan

Jumat, 21 Februari 2025 | 15:37 WIB

Saat Makan Saatnya Anak Belajar

Jumat, 21 Februari 2025 | 14:47 WIB
X