”Cepat pakai bajunya, Mama kan mau pergi kerja,” ujar seorang ibu kepada anak batitanya. Bukannya menurut, si batita malah lari keluar. Si ibu pun semakin mangkel. Akhirnya, dia menarik si anak masuk ke dalam rumah dan dipaksa untuk segera memakai baju. Karena ingin buru-buru, tak pelak anak pun mendapat perlakuan kasar.
Baca Juga: Pintar Menyusun Passel, Pertanda Kecerdasan Spasial Anak Sangat Bagus
Jangan Pernah Memaksa Anak
Memang, ketika anak memasuki usia batita, ada saja ulahnya yang bikin kita repot. Salah satunya adalah perilaku sulit dipakaikan baju. Karena sering membuat mangkel, tindakan pemaksaan pun terkadang tak terhindarkan. Padahal paksa memaksa, meskipun akhirnya anak menurut, adalah tindakan yang secara psikologis tidak dianjurkan. Hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan psikologis anak.
Sebenarnya, tak hanya memakai baju, dalam hal apapun sebaiknya Moms tidak boleh memaksa anak. Apalagi disertai dengan tindakan kasar dan membentak. Hal ini akan menimbulkan efek negatif pada anak.
Baca Juga: Ini Ciri-ciri Anak yang Memiliki Kecerdasan Spasial yang Baik
Beberapa hal yang mungkin akan timbul ketika pemaksaan ini terjadi.
- Perang Orang Tua dengan Anak
Orang tua menginginkan agar anak segera memakai baju, namun di sisi lain anak tidak mau. Maka timbullah tarik menarik antara keduanya. Tarik menarik inilah yang disebut Vera sebagai peperangan di dalam keluarga. Peperangan ini tidak akan menghasilkan sesuatu yang positif tetapi malah akan menimbulkan banyak hal negatif pada diri anak. Dia merasa bahwa orang tuanya adalah sosok otoriter yang ingin selalu memaksakan kehendaknya tanpa memikirkan kemauan orang lain. Lambat laun hal ini akan membuat anak merasa antipati terhadap orang tuanya sehingga hubungan keeratan tidak terjadi dengan mulus.
Baca Juga: Jangan Mengancam Anak Tetapi Berikan Ia Penjelasan
- Anak Akan Rendah Diri
Mendapat pemaksaan yang terlalu sering akan memunculkan sifat rendah diri. Anak merasa bahwa dirinya tidak diberikan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang diinginkannya tetapi terus menerima. Hal ini akan membuatnya tidak sempat untuk mengembangkan kemampuan dirinya. Bila nantinya dia selalu tergantung pada orang lain mungkin saja akan membuatnya tidak berani untuk mengambil inisiatif dan bersikap rendah diri.
- Muncul Rasa Tidak Percaya Diri
Dari sikap yang rendah diri itulah akan berimbas pada konsep diri anak. Anak tidak terbiasa untuk menentukan segala sesuatunya sendiri sehingga kemampuan yang sebenarnya dimiliki tidak pernah teruji. Karena itulah pribadi tidak percaya diri bisa muncul pada anak kelak.