SMARTPARENT.ID Sebelumnya sudah dibahas tentang bagaimana cara mengatasi anak yang takut diajak periksa di dokter dari sisi situasi di tempat praktek dokter. Sekarang, membahas apa yang perlu Moms lakukan di rumah. Sebab, Moms juga perlu melakukan antisipasi di rumah supaya anak tidak takut diajak ke dokter. Hal ini dilakukan agar penanganan ketakutan atau trauma anak bisa dilakukan lebih mudah.
Banyak hal yang bisa dilakukan. Intinya memberi gambaran bahwa sosok dokter bukan lah yang perlu ditakutkan. Dokter akan membantu anak untuk terhindar atau mengatasi penyakit. Berikut yang bisa Moms lakukan di rumah.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Rhinosinusitis yang Membuat Flu Tak Kunjung Sembuh
- Ajak Main Dokter-dokteran
Bermain dokter-dokteran sangat efektif untuk menghilangkan rasa takut pada anak. Pasalnya, dengan permainan seperti itu anak akan mengenal lebih dekat siapa sebenarnya dokter, apa saja peralatannya, apa yang biasa dilakukannya, dan sebagainya. Berikanlah kepada anak mainan kedokteran, mulai dari stetoskop, alat suntik, botol obat, hingga kostumnya. Biarkan anak bebas menjalani perannya sebagai dokter dengan boneka sebagai pasiennya.
- Ciptakan Image yang Baik Tentang Dokter
Kita harus menciptakan image dokter secara baik. Misalnya dengan sering menggambarkan kalau dokter itu tugasnya menyembuhkan orang. Saat anak sakit misalnya, kita bisa bilang “Sakit perut kamu nanti akan diobati oleh dokter sampai sembuh, dokter baik kan, mau menolong kamu,” misalnya. Jangan malah menggambarkan sosok dokter adalah sosok yang menakutkan, misalnya dijadikan sebagai bahan ancaman untuk anak. “Hayo, kalau tidak mau makan nanti ibu bawa kamu ke dokter, biar disuntik!” atau “Awas lo, dokter akan menyuntik kamu biar sakit!” misalnya. Hal-hal seperti ini akan membentuk image tersendiri pada otak anak. Dia beranggapan bahwa sosok dokter adalah sosok yang berbahaya dan harus ditakuti.
- Jujur Tentang Apa yang Akan Dilakukan Dokter
Jangan pernah membohongi anak tentang sesuatu hal, termasuk kaitannya dengan dokter. Gambarkan sosok dokter sewajarnya, jangan terlalu berlebihan. Bila memang anak akan diperiksa perutnya, bilang saja terus terang. “Adek, dokter ingin tahu penyakitmu jadi dia akan memeriksa seluruh tubuhmu,” misalnya. Bila perlu ucapkan dengan detail, misalnya anak akan diminta membuka mulut, buka baju, tiduran, dan seterusnya.
Sangat baik bila kita memeragakannya dengan boneka yang pura-pura dijadikan pasien. Bila memang anak harus disuntik, katakan saja sambil menjelaskan kalau suntik itu untuk menyembuhkan sakitnya, sakitnya hanya seperti digigit semut atau dicubit. Tidak dengan mengatakan, “Kamu tidak akan diapa-apakan di sana, hanya duduk saja,” misalnya. Padahal anak diminta bukan mulut, baju, tidur, bahkan disuntik. Dia akan kecewa, takut, dan tidak mau lagi datang ke dokter.
Juga jangan membohongi kalau kita ingin mengajaknya ke dokter namun bilangnya ke mal. Bagi anak pembohongan ini adalah sesuatu yang menyakitkan hatinya sehingga dia tidak percaya kepada kita dan tidak mau lagi diajak ke dokter.
Dengen memberikan keterangan sejujurnya kepada anak dia akan lebih siap untuk menghadapi apa yang akan dilakukan di ruangan dokter. Bila kita membohonginya, anak sama sekali tidak melakukan persiapan bahkan terkejut dan takut saat pemeriksaan dilakukan. “Katanya aku tidak diapa-apakan, ternyata aku harus buka baju, Mama bohong!” misalnya.
Baca Juga: Kiat Mendeteksi Apakah Si Kecil Tipe Perfeksionis atau Bukan
- Ajak Anak Menyapa Dokter