Mengenal Lebih Dekat Rhinosinusitis yang Membuat Flu Tak Kunjung Sembuh

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Selasa, 16 Juli 2024 | 21:59 WIB
Anak Pilek (Andrea Piacquaidio)
Anak Pilek (Andrea Piacquaidio)

SMARTPARENT.ID Rhinosinusitis sama halnya dengan sinusitis. Rhino yang berarti hidung dan sinusitis yakni rongga yang ada di dalam hidung yang mengalami peradangan. Jadi, lebih tepat kita menyebutnya dengan rhinosinusitis.

Ada 4 pasang sinus yang dimiliki anak, yakni sinus etmoidalis yang berada di dalam tulang pipi, sinus maksilaris yang ada di antara kedua mata, sinus frontal yang ada di dalam kening, dan sinus fenoidalis yang ada di bawah otak.

Supaya kondisinya sehat maka keempat rongga sinus ini harus berisi udara yang bersih dan bersirkulasi dengan baik. Nah, bila rongga-rongga ini tersumbat maka udara yang di dalam tidak bisa keluar dan udara yang diluar tidak bisa masuk. Lambat laun rongga-rongga ini berlendir dan tidak bisa dikeluarkan sehingga mudah bagi kuman untuk berkembang biak di dalamnya. Dengan kata lain proses drainase dan ventilasinya terganggu. Inilah yang disebut rhinosinusitis yakni penyakit infeksi yang mengenai sinus paranasal.

 Baca Juga: Hari Pertama Anak masuk Sekolah Taman Kanak-Kanak, Sudah Siapkah?

Jika Anak Mudah Flu, Ia pun Mudah Terserang Rhinosinusistis

Rhinosinusitis mudah menyerang anak. Sebab, daya imun anak terhadap virus maupun bakteri masih rendah. Maturitas atau kematangan daya imunnya belum sempurna. Serangannya terjadi pada sinus etmoidalis dan maksilaris sebab baru kedua sinus itulah yang baru berkembang dan sudah ada sejak lahir. Sedangkan sinus frontal dan fenoidalis mulai berkembang di usia 6-8 tahun dan akan matang di usia 18 tahun. 

Pada anak yang mudah terserang flu, kita harus lebih waspada. Misalnya, dalam setahun anak bisa terserang flu sebanyak 6-8 kali dan sembuhnya agak sulit, lebih dari 5 hari. Segeralah memeriksakan anak ke dokter untuk mendeteksi ada tidaknya rhinosinusitis. Sebab, berdasarkan penelitian 10-13% anak yang sering terserang flu akan terserang rhinosinusitis.

Penyebab yang paling sering membuat anak terkena flu adalah alergi. Banyak kan anak yang menderita alergi terhadap benda atau zat tertentu, seperti debu, bulu binatang, asap rokok, bau wewangian yang menusuk, es, cuaca dingin, dan sebagainya. Saat alergi muncul maka di dalam hidung akan keluar cairan yang sebenarnya adalah sistem pertahanan tubuh terhadap benda asing yang masuk. Namun karena sensitifitasnya berlebihan menjadi tidak baik untuk kondisi hidung sebab lendir yang telalu banyak akan membuat hidung tersumbat. Hal ini membuat virus atau kuman mudah masuk dan berkembang biak.

Kelainan bentuk tulang hidung pun, meskipun persentasenya kecil, dapat memicu muculnya flu berkepanjangan sehingga menyebabkan rhinosinusitis. Sebagai contoh, anak terserang flu, sebenarnya bisa sembuh kurang dari 5 hari. Namun karena bentuk tulang hidungnya ada yang bengkok membuat lendir tertahan dan sulit dikeluarkan. Kondisi ini membuat flu berkepanjangan yang akhirnya muncul rhinosinusitis.

Selain flu, penyebab lain rhinosinusitis bisa juga disebabkan adanya infeksi di organ-organ yang berada dekat hidung, seperti amandel, adenoid, juga infeksi pada gigi. Amandel dan adenoid kan berfungsi untuk menangkal virus atau bakteri yang masuk lewat, jadi tak heran bila organ ini sering terserang infeksi. Bila infeksi maka maka mudah saja bagi virus atau bakteri berpindah tempat ke rongga hidung dan membuat peradangan di sana.

Gejala yang muncul bila anak sudah terserang rhinosinusitis selain flu berkepanjangan adalah batuk yang tak kunjung sembuh, lendir yang semakin mengental, hidung dan mulut bau, demam, pusing, sakit pada telinga, mual, dan sebagainya.

 Baca Juga: Si Kaka Kok Suka Cemburu ke Adik. Kenapa Ya?

Moms Harus Hindari Munculnya Komplikasi

Penanganan yang terlambat bisa memunculkan komplikasi yang beragam. Untuk itu, bila anak menderita flu yang cukup lama, lebih dari 5-7 hari, harus dibawa ke dokter. Bila setelah dibawa ke dokter tak juga ada perubahan malah semakin memburuk yang ditandai dengan perubahan warna dan kekentalan lendir ingus, lebih bau, segeralah datang ke dokter THT untuk mendeteksi keberadaan rhinosinusitis. Bila ternyata positif maka pengobatan harus dilakukan secara baik dengan mengikuti anjuran dokter. Saat ini, dengan sistem pengobatan yang lebih modern kita bisa mencegah terjadinya komplikasi bahkan rhinosinusitis akan hilang total.

Halaman:

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X