Apa Penyebab Kejang Demam?
Tidak ada yang tahu mengapa kejang demam bisa terjadi. Namun bukti menunjukkan bahwa hal ini terkait dengan beberapa virus dan cara otak anak yang sedang berkembang bereaksi terhadap demam tinggi.
Apa yang Harus Dilakukan jika Anak Mengalami Kejang Demam
Baca Juga: Bila Anak Malas Belajar, Begini Solusi Tanpa Perlu Memarahinya
Jika anak mengalami kejang demam, tetaplah tenang dan:
Letakkan anak dengan lembut di lantai.
Singkirkan benda-benda di dekatnya.
Baringkan anak miring untuk mencegah tersedak.
Kendurkan pakaian apa pun di sekitar kepala dan lehernya.
Perhatikan tanda-tanda masalah pernapasan, termasuk warna kebiruan pada wajah.
Cobalah untuk mencatat berapa lama kejang berlangsung.
Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, atau anak membiru, ini mungkin jenis kejang yang lebih serius — segera hubungi tenaga medis.
Penting juga untuk mengetahui apa yang tidak boleh dilakukan selama kejang demam:
Jangan mencoba untuk memegang atau mengekang anak.
Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak.
Jangan mencoba memberikan obat penurun demam pada anak.
Baca Juga: Mengatasi Anak Tak Mau Sekolah, Ini 10 Kiat Jitu Tanpa Paksaan
Jangan mencoba memasukkan anak ke dalam air dingin atau suam-suam kuku untuk mendinginkannya.
Ketika kejang sudah selesai, hubungi dokter untuk membuat janji untuk mengetahui penyebab demam. Dokter akan memeriksa anak dan meminta Anda menjelaskan kejangnya.
Dalam kebanyakan kasus, tidak diperlukan pengobatan lain. Dokter mungkin akan melakukan tes jika anak berusia di bawah 1 tahun dan mengalami gejala lain, seperti muntah atau diare.
Dokter mungkin merekomendasikan pengobatan standar untuk demam, yaitu asetaminofen atau ibuprofen. Memberikan obat-obatan ini sepanjang waktu tidak dianjurkan dan tidak akan mencegah kejang demam.
Dokter mungkin akan meresepkan obat anti kejang untuk diberikan di rumah jika anak mengalami lebih dari satu atau dua kali kejang demam yang berlangsung lebih dari 5 menit.
Dapatkan perawatan medis darurat jika anak:
Mengalami kejang demam yang berlangsung lebih dari 5 menit
Mengalami kejang yang hanya melibatkan beberapa bagian tubuh, bukan seluruh tubuh
Mengalami kesulitan bernapas atau membiru
Tidak merespons secara normal
Baca Juga: Peringatan Hari Bumi 22 April 2024, Lindungi Bumi dengan Setop Pakai Plastik
Artikel Terkait
Bila Anak Malas Belajar, Begini Solusi Tanpa Perlu Memarahinya
Hari Kartini 21 April, Peran Penting Wanita Tangguh di Era Digital
Peringatan Hari Bumi 22 April 2024, Lindungi Bumi dengan Setop Pakai Plastik
Pijat Aromaterapi, Solusi Mengatasi Stres dan Sulit Tidur
Minuman Berenergi, Amankah Dikonsumsi? Kenali Efeknya Bagi Tubuh