Kejang Demam pada Anak, Begini Cara Mengatasinya

Photo Author
Hilman Hilmansyah, Smart Parent
- Selasa, 23 April 2024 | 09:00 WIB
Kejang demam bisa dialami anak. Bagaimana mengatasi kejang demam pada anak? (Pexels/Cottonbro)
Kejang demam bisa dialami anak. Bagaimana mengatasi kejang demam pada anak? (Pexels/Cottonbro)

SMARTPARENT.ID – Moms and Paps, siapapun tak ingin anaknya mengalami sakit. Salah satu yang harus kita waspadai adalaah kejang demam pada anak. Seperti apa gejala dan penanganan kejang demam pada anak? Yuk, simak uraian ini.

Kejang demam adalah kejang yang dapat terjadi ketika anak mengalami demam di atas 100,4°F (38°C). Kejang biasanya berlangsung beberapa menit dan berhenti dengan sendirinya. Demam mungkin berlanjut selama beberapa waktu.

Kebanyakan kejang demam berhenti tanpa pengobatan dan tidak menimbulkan masalah kesehatan lainnya. Beberapa anak mungkin merasa mengantuk setelah kejang, sementara yang lain tidak merasakan efek yang bertahan lama.

Siapa yang bisa mengalami Kejang Demam?

Kejang demam (FEH-bryle) terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Penyakit ini paling sering terjadi pada balita berusia 12–18 bulan.

Baca Juga: Minuman Berenergi, Amankah Dikonsumsi? Kenali Efeknya Bagi Tubuh

Anak-anak lebih mungkin mengalami kejang demam jika:

Ada riwayat keluarga yang mengalami kejang demam.
Sekitar 1 dari setiap 3 anak yang pernah mengalami satu kali kejang demam akan mengalami kejang demam lagi, biasanya dalam waktu 1-2 tahun setelah kejang demam pertama.
Mereka mengalami kejang demam pertama kali ketika berusia kurang dari 15 bulan.

Kebanyakan anak-anak akan sembuh dari kejang demam pada saat mereka berusia 5 tahun.
Kejang demam tidak dianggap sebagai epilepsi (gangguan kejang). Anak-anak yang mengalami kejang demam hanya memiliki sedikit peningkatan risiko terkena epilepsi.

Apa Tanda & Gejala Kejang Demam?

Ada dua jenis kejang demam:
Kejang demam sederhana adalah yang paling umum terjadi. Biasanya proses ini selesai dalam beberapa menit, namun dalam kasus yang jarang terjadi dapat berlangsung hingga 15 menit. Selama kejang jenis ini, seorang anak mungkin mengalami:
Kejang, gemetar, dan kedutan seluruh tubuh

Baca Juga: Pijat Aromaterapi, Solusi Mengatasi Stres dan Sulit Tidur

Mata memutar
Tidak sadarkan diri (pingsan)
Muntah atau buang air kecil (kencing) saat kejang

Kejang demam kompleks berlangsung lebih dari 15 menit, terjadi lebih dari sekali dalam 24 jam, dan melibatkan gerakan atau kedutan hanya pada satu bagian atau satu sisi tubuh.

Halaman:

Editor: Hilman Hilmansyah

Sumber: kidshealth.org

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X