Ketika Anak yang Terlihat Sehat Tiba-Tiba Sakit: Cerita Meisya Siregar dan Pelajaran Tentang ITP

Photo Author
Hilman Hilmansyah, Smart Parent
- Rabu, 15 April 2026 | 15:51 WIB
purpura trombositopenik imun (ITP) adalah kelainan darah di mana jumlah trombosit berada di bawah normal (freepik.com)
purpura trombositopenik imun (ITP) adalah kelainan darah di mana jumlah trombosit berada di bawah normal (freepik.com)

SMARTPARENT.ID - Meisya Siregar membagikan pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Anak yang selama ini terlihat sehat, aktif, dan jarang sakit, ternyata harus menghadapi kondisi medis yang serius.

“Selalu ada hikmah dari setiap ketentuan Allah. Mungkin kami terlalu takabur, menganggap anak kita sehat,” ungkap Meisya.

Sejak kecil, Bambang dikenal sebagai anak yang sangat aktif. Ia senang memanjat pohon, melompat, bahkan melakukan atraksi yang cukup berisiko. Pola makannya pun baik, tidak pilih-pilih, suka buah dan sayur. Riwayat kesehatannya juga relatif ringan, hanya alergi batuk pilek atau ISPA yang datang dan pergi.

Namun, kali ini situasinya berbeda. “Kali ini Allah kasih ‘hadiah’ penyakit serius yang tidak pernah kami dengar sebelumnya, ITP,” lanjutnya.

Awalnya, Bambang mengalami batuk pilek biasa. Namun, lendir semakin banyak dan mulai keluar dari mata. Pemeriksaan thorax menunjukkan kondisi bersih, tetapi hasil rontgen menyatakan adanya sinus kronis, yang diduga faktor genetik dari sang ayah.

Ia kemudian menjalani pengobatan selama lima hari, meliputi antibiotik, anti radang, pengencer dahak, cuci hidung, dan vitamin D.

Beberapa hari setelah pengobatan selesai, muncul hal yang tidak biasa.

“Tiga hari setelah selesai pengobatan, Bambang bermain bola, lalu ditemukan memar di lutut. Hari berikutnya memar muncul lebih banyak di seluruh tubuh,” jelas Meisya.

Yang membuat kondisi ini semakin mengkhawatirkan, semua itu terjadi tanpa demam, tanpa perubahan perilaku, dan tanpa rasa sakit.

“Tanpa demam, tanpa perubahan perilaku, tanpa sakit,” ujarnya.

Dari pengalaman ini, Meisya mengambil pelajaran penting. “Allah ingin kita lebih baik lagi menjaga titipan-Nya, dan lebih mendekat lagi kepada-Nya,” katanya.

Ia berharap kondisi ini hanya bersifat sementara.

“Doakan semoga ini hanya akut dan tidak dibawa Bambang seumur hidupnya. Masih ada pengobatan lanjutan sampai nilai trombosit stabil.” tuturnya, sambil mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan.

Mengenal ITP (Purpura Trombositopenik Imun)

Halaman:

Editor: Hilman Hilmansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

X