SMARTPARENT.ID - Kebutuhan akan penglihatan yang jelas semakin meningkat seiring gaya hidup masyarakat modern yang aktif, baik di sekolah, di tempat kerja, maupun saat berolahraga.
Kacamata dan softlens memang menjadi solusi umum, tetapi tak jarang membatasi aktivitas sehari-hari.
Dari lensa yang berembun saat naik motor, patah saat bermain olahraga, hingga rasa tidak nyaman saat harus tampil percaya diri di depan kamera.
Baca Juga: Berlari di Bawah Sinar Matahari, Sembari Ajarkan Pentingnya Menjaga Kulit Sejak Dini
Kondisi ini pula yang pernah dialami oleh Qheyla Zavyera Valendro (18 tahun), seorang pemain sinetron terkenal Dunia Terbalik sekaligus beauty influencer dengan jutaan pengikut di media sosial.
Sejak tahun 2021, Qheyla mulai menggunakan terapi Ortho-K (Orthokeratology) untuk mengatasi rabun jauhnya.
Awalnya, ia memiliki minus -2.00 di kedua mata. Setelah rutin menjalani terapi, penglihatannya kini normal tanpa perlu lagi memakai kacamata maupun softlens.
“Dulu aku sering kesulitan saat reading script sinetron atau saat syuting outdoor. Mata cepat lelah, kadang harus berhenti untuk atur ulang kacamata. Sejak pakai Ortho-K, rasanya jauh lebih bebas.
Aku bisa shooting berjam-jam tanpa khawatir buram, bahkan saat main olahraga pun lebih pede. Terapi ini bener-bener ngubah cara aku beraktivitas,” ungkap Qheyla dengan antusias.
Baca Juga: Shopee Hadirkan Festival Batik Lokal, Diskon Hingga 80% Sambut Hari Batik Nasional
Ortho-K (Orthokeratology) merupakan terapi penglihatan menggunakan lensa kontak khusus yang dipakai pada malam hari saat tidur.
Lensa ini bekerja dengan lembut membentuk ulang kornea sehingga ketika bangun tidur, mata dapat melihat jelas sepanjang hari tanpa bantuan kacamata maupun softlens.
Berbeda dengan operasi LASIK atau tindakan bedah lainnya, Ortho-K bersifat non-invasif, reversible, dan aman untuk anak-anak maupun remaja.
Terapi ini telah digunakan secara luas di berbagai negara, dan VIO Optical Clinic menjadi pelopor yang menghadirkannya secara profesional di Indonesia sejak lebih dari satu dekade lalu.
Artikel Terkait
Tanda Anak Mengalami Speech Delay: Kenali Sejak Dini Agar Tidak Terlambat Ditangani
Kisah Anak Bernama Fattan yang Sembuh dari Mara Minus 4 Tanpa Operasi
Rayakan Hari Anak Nasional, Cerebrofort Gelar Pekan Seni Anak Pintar Indonesia di Tiga Kota
Abbott Hadirkan PediaSure Baru dengan PeptiGro System untuk Tumbuh Kembang Anak Lebih Optimal
Dukung Perkembangan dan Kecerdasan Anak, Loluna Sediakan Ruang Bermain Gratis