Kapan Anak Perlu Merapikan Gigi? Ini Penjelasan Dokter tentang Invisalign Sejak Usia Dini

Photo Author
Tim SmartParent, Smart Parent
- Senin, 27 April 2026 | 07:10 WIB
Inilah salah satu fasilitas terkini yang dimiliki JNJ Specialist Dental Centre di BSD (JNJ Specialist Dental Centre)
Inilah salah satu fasilitas terkini yang dimiliki JNJ Specialist Dental Centre di BSD (JNJ Specialist Dental Centre)

SMARTLIFE.ID - Banyak orang tua masih beranggapan bahwa merapikan gigi baru perlu dilakukan saat anak remaja.

Padahal, perkembangan teknologi ortodonti kini memungkinkan intervensi lebih dini—bahkan sejak usia sekolah dasar.

Di JNJ Specialist Dental Centre, pendekatan ini diwujudkan melalui penggunaan Invisalign First, varian khusus untuk anak-anak dengan kondisi gigi campuran (gigi susu dan gigi tetap).

Baca Juga: Lebih Efektif daripada Behel, Invisalign Jadi Solusi Modern untuk Anak dan Orangtua Sibuk

“Sekarang Invisalign sudah bisa digunakan pada anak-anak. Usia 9 sampai 11 tahun adalah waktu yang sangat baik untuk monitoring susunan gigi,” jelas Dr. drg. Jeddy.

Pada fase ini, dokter dapat mendeteksi potensi masalah sejak awal—seperti gigi berjejal, gigitan tidak sejajar, atau pertumbuhan rahang yang kurang optimal. Intervensi dini memungkinkan perawatan lebih sederhana dibandingkan jika dilakukan saat dewasa.

Keunggulan lainnya adalah pengalaman perawatan yang lebih ramah anak. Tidak seperti kawat gigi yang bisa terasa mengganggu atau bahkan menyakitkan, Invisalign lebih nyaman digunakan.

Baca Juga: Serbuan Minuman Manis Murah Picu Krisis Kesehatan Anak, KPAI Minta Cukai Segera Berlaku

Selain itu, anak tetap bisa makan dan menyikat gigi dengan normal karena aligner dapat dilepas. Hal ini membantu orang tua menjaga kebersihan gigi anak dengan lebih mudah.

“Dengan Invisalign, kebersihan gigi jauh lebih baik dibandingkan kawat gigi yang sering menahan sisa makanan,” tambahnya.

Meski demikian, peran orang tua tetap penting dalam memastikan anak menggunakan aligner sesuai anjuran. Disiplin menjadi kunci keberhasilan perawatan.

Dengan pendekatan ini, perawatan gigi tidak lagi bersifat reaktif, tetapi preventif dan terencana.

Baca Juga: Seorang Pria Diduga Menjadi Korban Pelecehan Penumpang Lain di KRL, Begini Respons Warganet

Orang tua dapat membantu anak memiliki senyum sehat sejak dini—tanpa harus menunggu masalah menjadi lebih kompleks.

Editor: Saeful Imam

Sumber: Wawancara Ekslusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X