SMARTPARENT.ID Kawanan burung yang terbang bebas di langit seringkali memberikan pemandangan yang indah dan menenangkan. Namun, di balik keindahan tersebut, ada potensi bahaya besar bagi dunia penerbangan. Peristiwa tabrakan antara burung dan pesawat terbang, atau yang dikenal sebagai bird strike, telah menjadi masalah signifikan yang dihadapi oleh industri penerbangan di seluruh dunia, termasuk di kawasan seperti Jeju, Korea Selatan, yang terkenal dengan aktivitas penerbangannya yang padat. Pesawat Jeju Air yang membawa 181 penumpang dan awak mengalami kecelakaan setelah menabrak sekawanan burung. Sebanyak 179 penumpang tewas, 2 selamat.
Baca Juga: Mau Berbeque di Malam Tahun Baru, Ini Resep Saosnya. Mantap Maksimal
Bird strike adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan peristiwa di mana burung bertabrakan dengan pesawat terbang, baik saat pesawat sedang lepas landas, mendarat, atau berada dalam penerbangan. Tabrakan ini biasanya melibatkan burung yang terbang pada ketinggian rendah, yang sering terjadi di sekitar bandara. Meski tampaknya sederhana, dampak dari bird strike dapat sangat serius dan berbahaya.
Bird Strike Sangat Membahayakan Penerbangan
Tabrakan dengan burung dapat menyebabkan kerusakan serius pada pesawat. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa bird strike menjadi ancaman:
- Kerusakan pada Mesin: Salah satu dampak paling berbahaya adalah kerusakan pada mesin jet pesawat. Ketika seekor burung atau kawanan burung tersedot ke dalam mesin, baling-baling dan komponen dalam mesin dapat rusak parah, menyebabkan kehilangan daya dorong atau bahkan kegagalan mesin total.
- Kerusakan pada Struktur Pesawat: Selain mesin, bagian lain dari pesawat, seperti kaca depan kokpit, sayap, dan badan pesawat, juga rentan terhadap kerusakan akibat tabrakan dengan burung. Pada kecepatan tinggi, bahkan burung kecil dapat menyebabkan kerusakan signifikan.
- Gangguan Operasional: Bird strike dapat mengganggu jadwal penerbangan. Jika pesawat harus mendarat darurat akibat kerusakan, hal ini dapat menyebabkan keterlambatan besar, biaya perbaikan yang tinggi, dan risiko keselamatan bagi penumpang serta kru.
Baca Juga: Waspada, Uang Palsu. Kenali ciri dan perbedaannya dengan uang asli
Kawasan Rawan Bird Strike
Lokasi dengan populasi burung yang tinggi atau yang berada di jalur migrasi burung cenderung memiliki risiko lebih besar terhadap bird strike. Salah satu contoh adalah Jeju, sebuah pulau yang merupakan destinasi wisata populer di Korea Selatan. Jeju dikenal memiliki ekosistem yang kaya dan merupakan habitat bagi berbagai jenis burung.
Kawasan bandara di Jeju sering menghadapi risiko bird strike karena keberadaannya yang dekat dengan habitat burung. Selain itu, bandara di daerah pesisir, rawa-rawa, atau ladang pertanian juga lebih rentan terhadap kejadian ini.
Baca Juga: Si Adik Maunya Menang Terus, Tidak Mau Kalah. Kenapa Ya?
Dampak Ekonomi:
- Bird strike menyebabkan biaya besar bagi industri penerbangan. Berdasarkan data global, kerugian tahunan akibat bird strike diperkirakan mencapai miliaran dolar, termasuk biaya perbaikan pesawat, keterlambatan penerbangan, dan kompensasi kepada penumpang.
- Perusahaan asuransi juga menghadapi beban finansial yang tinggi untuk menutupi klaim yang terkait dengan insiden ini.
Dampak pada Keselamatan:
- Dalam beberapa kasus, bird strike telah menyebabkan kecelakaan fatal. Salah satu insiden yang paling terkenal adalah Penerbangan US Airways 1549 pada tahun 2009. Pesawat tersebut kehilangan kedua mesinnya akibat tabrakan dengan kawanan burung, sehingga harus melakukan pendaratan darurat di Sungai Hudson. Beruntung, semua penumpang selamat, tetapi insiden ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman bird strike.
Upaya Mengurangi Risiko Bird Strike