Ini Dia Sosok Peneliti yang Ungkap Air Minum Galon Berbahan Polikarbonat itu Aman Diminum

Photo Author
Saeful Imam, Smart Parent
- Senin, 26 Agustus 2024 | 20:16 WIB
Peneliti ITB ini ungkap air minum dengan galon berbahan polikarbonat aman diminum
Peneliti ITB ini ungkap air minum dengan galon berbahan polikarbonat aman diminum

Ruang lingkup penelitiannya mencakup riset kualitas dan keamanan air minum dalam kemasan (AMDK), studi sampah plastik, pengembangan komposit polimer superabsorben, serta formulasi dan sintesis hidrogel

Tujuan Penelitian

Penelitian ini merupakan bagian dari upaya ITB untuk mengedukasi masyarakat tentang kualitas dan keamanan AMDK, berdasarkan uji ilmiah yang ketat, tepercaya, dan independen.

Penelitian ini mengikuti metode uji baku keamanan dan kualitas air minum nasional dan internasional, menggunakan alat ukur canggih High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dengan tingkat akurasi tinggi.

Baca Juga: Ketika Dustin Tiffani Nyaris Gagal Menikah, Ternyata Gara-gara Hal Sepele ini

Ambang batas maksimum migrasi BPA yang ditetapkan oleh BPOM adalah 600 mikrogram per liter (0,6 ppm), sementara penelitian ini mendeteksi BPA pada tingkat yang sangat aman.

Lokasi uji dan pengambilan sampel dilakukan di Provinsi Jawa Barat, wilayah dengan jumlah sarana produksi industri AMDK terbanyak di Indonesia.

Berdasarkan data Direktorat Registrasi Pangan Olahan BPOM, Jawa Barat memiliki jumlah fasilitas terbanyak dengan 193 fasilitas, diikuti oleh Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Benarkah Anak Bisa Melihat atau Bermain dengan Hantu?

Dr. Zainal menjelaskan bahwa BPA pertama kali dibuat pada tahun 1891 dan telah digunakan secara luas dalam pembuatan plastik polikarbonat.

BPA tahan terhadap suhu dari -40 hingga 145 derajat Celsius dan ditemukan dalam berbagai produk sehari-hari seperti tambal gigi, makanan dan minuman kaleng, serta kertas termal untuk struk belanja.

Meskipun BPA sering digunakan, yang perlu diperhatikan adalah batas aman penggunaannya, yang telah diatur oleh BPOM.

Halaman:

Editor: Saeful Imam

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X