Mau Anak Sehat? Minta Ia Jangan Jajan Sembarangan

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Sabtu, 27 Juli 2024 | 08:22 WIB
Jajanan Kembang Gula (nis frame/Pexels)
Jajanan Kembang Gula (nis frame/Pexels)

SMARTPARENT.ID Belakangan, dua merek roti terkenal diduga menggunakan bahan pengawet berbahaya. Sodium Dehydroacetate, yang biasa dipakai di produk kosmetika. Efeknya yang membahayakan membuat banyak masyarakat menghindari produk tersebut. Salah satu efeknya adalah memicu munculnya penyakit kanker.

Tetapi, apakah yang berbahaya hanya dua makanan yang diduga menggunakan zat berbahaya tersebut? Tidak, ternyata jajanan anak, seperti yang dijual di dekat sekolah misalnya, banyak yang mengandung tambahan zat kimia berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan. Misalnya, pengawet, pengenyal, pewarna tekstil, dan sebagainya.

Baca Juga: Anak Suka Bermain Peran? Good, Bisa Menambah Kecerdasan dan Kreativitas anak.

Mengandung Zat Kimia dan Bakteri

BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) menyebutnya sebagai dengan bahan tambahan ilegal karena bahan-bahan yang dimasukkan sebenarnya bukan untuk makanan sehingga tidak foodgrade. Memang, bahan-bahan ini boleh dijual bebas dengan aturan pemakaian yang ketat. Namun banyak pedagang yang menggunakannya secara ilegal, yang bukan buat makanan dicampurkan ke makanan atau dicampurkan secara berlebihan sehingga berdampak negatif buat kesehatan

Pada 2012 lalu, Balai Teknis Kesehatan Lingkungan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi Jawa Barat melakukan penelitian. Mereka melakukan survei jajanan di 80 sekolah dasar (SD) di Sukabumi. Ditemukan, banyak jajanan yang mengandung zat kimia seperti Nitrit (bahan pengawet) 83,33%, Tembaga 47,08%, dan bakteri E-Coli 48,33%. Selain itu juga ditemukan zat kimia lain seperti formalin, penyedap rasa yang digunakan secara berlebihan, juga pewarna tekstil.

Kandungan zat kimia, jika dikonsumsi terus menerus dalam jangka panjang bisa memicu penyakit kanker, sementara dalam jangka pendek bisa menyebabkan diare, sakit perut, kepala pusing, batuk, keracunan, dan lainnya. 

Pada 2010, penelitian juga dilakukan oleh DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A.(K), dari RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Ditemukan banyak parasit Entamoeba Histolytica di dalam jajanan anak, terutama jajanan pinggir jalan yakni sekitar 72%. Parasit ini memang hidup subur di Indonesia dan negara-negara beriklim tropis.

Selain di jajanan, parasit ini pun kerap ditemukan di sayuran atau buah segar sehingga ketika ingin dimakan mentah harus dicuci bersih. Parasit ini menyerang organ pencernaan yang dapat membuat bengkak dan borok. Perantara parasit ini bisa serangga seperti lalat dan kecoa, tangan yang terkontaminasi yang kemudian bersentuhan dengan makanan atau sayuran.

 Baca Juga: Jika Anak Takut ke Dokter, Ini yang Moms Perlu Lakukan di Rumah

Yuk Ajari Anak Memilih Jajanan yang Bersih dan Sehat

Semua pihak, terutama orangtua, perlu berperan dalam mengamankan anak dari bahaya jajanan. Kita bisa mengarahkan anak untuk pilah-pilih jajanan yang sehat. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kita terapkan kepada anak.

  • Terapkan Pola Makan Sehat Sejak Dini

Menerapkan pola makan sehat sejak dini sangat penting. Hal ini akan memaksimalkan pertumbuhan fisik dan psikis anak karena makanan yang sehat sangat mendukung pertumbuhan anak. Pola makan sehat bisa dilakukan sejak bayi lewat asupan ASI, MPASI, juga ketika anak mulai mengenal jajan di usia batita. Jelaskan kepadanya mana makanan sehat yang perlu dikonsumsi dan menghindari makanan yang tidak sehat seperti junk food atau makanan yang mengandung zat berbahaya atau yang tidak higienis. Makanan sehat bisa dibuat sendiri atau membeli makanan kemasan yang nilai gizinya sudah diukur. Jika hal ini bisa kita terapkan dengan baik, ke depannya akan lebih mudah mengarahkan anak.

  • Berikan Alasan yang Dipahami Anak

Ketika anak mulai besar, mungkin ia akan bertanya kenapa tidak boleh jajan sembarangan. Berikanlah alasan yang sesuai dengan nalar anak-anak. Misalnya, “supaya tubuh kita sehat maka harus makan makanan yang sehat.” “Kalau makanannya tidak bersih nanti bisa batuk, sakit perut, sakit gigi,” misalnya. Lalu jelaskan mana saja makanan yang sehat, misalnya makanan yang dibawa dari rumah yang bersih dan banyak gizinya. Sementara jajanan yang perlu dihindari adalah jajanan yang kotor, mengandung zat berbahaya, yang biasanya dijual di pinggir jalan.

Halaman:

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X